Intensitas kedatangan pemudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan pada pertengahan Maret 2026. Hingga Rabu siang, 25 Maret 2026, tercatat sebanyak 2.133 penumpang telah mendarat kembali di ibu kota, yang didominasi oleh perantau asal wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, mengonfirmasi bahwa pola kedatangan umumnya terkonsentrasi pada waktu dini hari hingga pagi hari. Fenomena ini menandai fase awal kembalinya warga Jabodetabek ke rutinitas normal setelah merayakan Idul Fitri di kampung halaman, di mana area kedatangan mulai disesaki oleh ribuan orang yang membawa muatan khas mudik seperti koper besar, tas jinjing, hingga kardus-kardus logistik.
Otoritas terminal memprediksi bahwa puncak arus balik tahun ini akan terbagi ke dalam dua gelombang besar guna mengantisipasi penumpukan massa yang ekstrem. Gelombang pertama diproyeksikan terjadi pada Rabu ini dengan estimasi volume mencapai 4.000 hingga 5.000 penumpang dalam satu hari, sementara gelombang kedua diperkirakan akan menyusul pada Minggu, 29 Maret 2026. Pembagian ini dipengaruhi oleh berakhirnya masa cuti bersama bagi sebagian sektor formal serta persiapan masuk sekolah bagi para pelajar. Pihak pengelola telah menyiagakan personel keamanan 24 jam serta mengoptimalkan fasilitas penunjang seperti ruang tunggu, musala, dan toilet guna menjamin kenyamanan para pemudik yang baru saja menempuh perjalanan darat jarak jauh.
Aspek keamanan menjadi perhatian utama pengelola terminal, terutama bagi penumpang yang tiba pada waktu-waktu rawan seperti tengah malam atau dini hari. Revi Zulkarnain mengeluarkan imbauan keras agar para pemudik tidak turun di pinggir jalan atau di luar area sterilisasi terminal demi menghindari potensi tindak kriminalitas. Penggunaan layanan transportasi resmi yang telah terintegrasi di dalam lingkungan terminal sangat disarankan bagi warga yang ingin melanjutkan perjalanan. Di area kedatangan, sinergi antara petugas terminal dengan penyedia jasa seperti ojek pangkalan, taksi konvensional, hingga ojek daring terus diperkuat guna mempercepat mobilisasi penumpang menuju kediaman masing-masing secara tertib dan aman.
Hingga Rabu sore, alur sirkulasi di Terminal Kampung Rambutan terpantau ramai namun tetap terkendali, di mana sebagian penumpang terlihat langsung memanfaatkan layanan LRT dari stasiun terdekat sebagai moda lanjutan yang efisien. Kehadiran para porter yang membantu mobilisasi barang bawaan serta kesigapan petugas dalam mengatur parkir bus antarkota membantu mengurai kepadatan di jalur kedatangan. Dinamika arus balik pada 25 Maret 2026 ini merefleksikan kesiapan infrastruktur transportasi darat Jakarta dalam menghadapi lonjakan penumpang tahunan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap barang bawaan berharga dan senantiasa mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran proses kepulangan di penghujung musim Lebaran kali ini.





