Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menginformasikan bahwa hingga Kamis (28/11) pukul 16.00 WIB, masih ada delapan Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Timur yang terendam banjir. Namun, angka ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.
Menurut Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, jumlah RT yang terkena dampak banjir telah berkurang dari 29 menjadi hanya 8 RT.
“BPBD mencatat bahwa genangan saat ini telah menurun dari 29 RT menjadi 8 RT atau 0,026 persen dari total 30.772 RT yang ada di wilayah DKI Jakarta,” jelas Isnawa dalam pernyataannya.
Isnawa menjelaskan bahwa pihaknya terus mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah yang terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa situasi tetap terkendali dan tidak memburuk.
Selain pemantauan, BPBD DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Kerja sama ini bertujuan untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik.
Isnawa menambahkan bahwa pihaknya menargetkan genangan air dapat surut dalam waktu yang cepat. “Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” tegas Isnawa, menunjukkan komitmen BPBD DKI Jakarta dalam menangani masalah banjir ini dengan efektif.
Kesimpulan
Dengan penurunan jumlah RT yang terdampak banjir, BPBD DKI Jakarta menunjukkan upaya yang signifikan dalam menangani situasi ini. Koordinasi yang baik antar dinas dan pemantauan yang terus dilakukan diharapkan dapat mempercepat surutnya genangan dan meminimalisir dampak banjir di wilayah Jakarta Timur.





