Anies Baswedan Memilih Diam Terkait Laporan Ridwan Kamil-Suswono ke DKPP

Redaksi RuangInfo

Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, memilih untuk tidak memberikan pernyataan ketika dimintai tanggapan mengenai laporan yang diajukan oleh pasangan Ridwan Kamil-Suswono terhadap jajaran KPU DKI Jakarta dan KPU Jakarta Timur. Laporan tersebut diajukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dengan tuduhan ketidakprofesionalan dalam penyelenggaraan Pilkada 2024. 

“Saya no comment,” ujar Anies singkat saat ditemui di Aula Buya Hamkas, Masjid Agung Al Azhar Jakarta, Sabtu (7/12).

Sebelumnya, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), melaporkan jajaran KPU DKI Jakarta dan KPU Jakarta Timur ke DKPP pada Kamis (5/12). Tim Bidang Hukum RIDO, Muslim Jaya Butar Butar, menyatakan bahwa laporan tersebut didasarkan pada dugaan pelanggaran asas profesionalitas dalam penyelenggaraan pemilu. 

“Ketua dan anggota KPU DKI Jakarta serta KPUD Jakarta Timur kami laporkan. Dugaannya adalah melanggar asas profesionalitas,” jelas Muslim di Kantor DKPP, Jakarta.

Muslim menyoroti ketidakprofesionalan KPU dalam pembagian formulir C6, yang merupakan undangan pencoblosan pada hari pemungutan suara 27 November 2024 lalu. Hal ini menjadi salah satu poin utama dalam laporan yang diajukan ke DKPP.

Rano Karno, yang didukung oleh Anies sebagai calon wakil gubernur, memberikan tanggapan terkait laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa langkah yang diambil oleh pasangan RK-Suswono adalah hak mereka. Namun, Rano juga menyoroti rendahnya tingkat partisipasi pemilih secara nasional pada Pilkada 2024. 

“Ya itu terserah lah, artinya yang dia ributin C6. Apa dia yakin kalau C6-nya semua pemilihannya lebih dari gede? Nggak perlu kita cari ini ya, realita memang nasional rendah,” ujarnya.

Rano menambahkan bahwa masyarakat Indonesia saat ini merasa jenuh dengan politik, mengingat rangkaian pemilihan umum yang berlangsung berturut-turut, mulai dari pemilihan legislatif, pemilihan presiden, hingga Pilkada. 

“Makanya kita berharap, udah lah, satu putaran,” katanya. 

Ia juga menekankan pentingnya Jakarta memiliki pemimpin definitif mengingat kondisi cuaca ekstrem dan banjir yang melanda.

Anies dan Rano hadir di Masjid Agung Al Azhar Jakarta untuk menjadi saksi pernikahan anggota keluarga Walikota Jakarta Raya ke-2, Sjamsuridjal. Ketika ditanya mengenai obrolan khusus dengan Rano, Anies menegaskan bahwa mereka hanya hadir sebagai saksi nikah dan tidak membahas hal lain. “Kan saksi nikah di sini. Pak Sjamsuridjal ini adalah walikota Jakarta di tahun 50-an. Saya tidak kenal secara pribadi. Tapi saya merasa terhormat ketika yang menikah ini adalah cucunya cucu samsul rijal,” ungkap Anies.

Keputusan Anies Baswedan untuk tidak berkomentar mengenai laporan Ridwan Kamil-Suswono ke DKPP menunjukkan sikap hati-hati dalam menghadapi isu politik yang sensitif. Sementara itu, Rano Karno menyoroti rendahnya partisipasi pemilih dan kejenuhan politik di masyarakat sebagai tantangan yang harus dihadapi dalam Pilkada 2024. Kehadiran Anies dan Rano di acara pernikahan keluarga Sjamsuridjal menambah dimensi personal dalam dinamika politik Jakarta.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *