Kerusuhan di Kantor KPU Seram Bagian Timur: Massa Tolak Hasil Pilkada

Redaksi RuangInfo

Pada malam Jumat, 6 Desember, sekelompok massa yang menolak hasil Pilkada Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, melakukan aksi perusakan terhadap Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Kepala Polres Seram Bagian Timur, AKBP Agus Joko Nugroho, melaporkan bahwa insiden ini mengakibatkan dua anggota polisi mengalami luka ringan.

Aksi massa dimulai sekitar pukul 22.00 WIT, di mana pendukung pasangan calon nomor urut 2, INA AMA (Rohani Vanath-Madja Rumatiga), yang berjumlah sekitar 200 orang, mendatangi kantor KPU. Pada saat itu, sedang berlangsung rapat pleno rekapitulasi hasil perolehan suara. Massa menuduh KPU SBT melakukan kecurangan dalam proses pemilihan.

Setelah berkumpul, beberapa ibu-ibu dari massa pendukung mulai melakukan orasi, menyatakan ketidakpercayaan mereka terhadap kinerja KPU dan menduga adanya pelanggaran di tingkat TPS, PPK, dan KPU. Sekitar setengah jam kemudian, massa memaksa masuk ke ruang rapat pleno, merusak pagar dan pintu samping kantor KPU, serta melemparkan batu.

Polisi berhasil mengamankan seorang warga berinisial AS (47) dari Desa Bula yang berusaha memaksa masuk ke kantor KPU. Kapolres AKBP Agus Joko Nugroho turun langsung ke lokasi untuk melerai massa dan meminta mereka membubarkan diri, mengingat rapat pleno rekapitulasi sedang diskorsing menunggu hasil koordinasi dengan KPU.

Sekitar pukul 23.10 WIT, massa pendukung INA AMA kembali mendatangi kantor KPU setelah mendapat informasi bahwa rapat pleno telah dilanjutkan. Meskipun sempat berhasil diamankan oleh polisi, bentrokan tidak terhindarkan. Dalam insiden ini, Briptu Satrio Adi Wijayanto mengalami luka sobek akibat lemparan batu, sementara Bripka Bayu Firmansyah mengalami cedera ringan pada tangan kanan. Keduanya mendapatkan perawatan medis di bagian Dokpol Polres Seram Bagian Timur.

Kapolres AKBP Agus Joko Nugroho menyatakan bahwa identitas anggota massa yang terlibat dalam perusakan kantor KPU telah dikantongi. Untuk mencegah kerusuhan lebih lanjut, polisi menutup jalur menuju Kantor KPU, mulai dari depan gudang logistik (Gedung Serbaguna), Hotel Mutiara, lapangan Futsal, hingga Kantor Pajak.

Insiden ini menyoroti ketegangan yang terjadi pasca-Pilkada di Kabupaten Seram Bagian Timur. Diharapkan pihak berwenang dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan bijak dan adil, serta memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. Masyarakat diharapkan dapat menahan diri dan menunggu hasil penyelesaian dari pihak berwenang agar proses demokrasi dapat berjalan dengan baik.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *