Mariah Carey, sang diva pop dunia, memberikan kejutan istimewa kepada Rihanna yang hadir di konser penutup Christmas Time Tour di Barclays Center, New York City, pada Selasa (17/12). Momen ini menjadi viral di media sosial setelah Carey memberikan tanda tangan di bagian dada pelantun “Diamonds” tersebut.
Awalnya, Mariah Carey tidak menyadari kehadiran Rihanna di konsernya. Ia terkejut saat mengetahui bahwa Rihanna duduk di barisan depan penonton. Setelah menyadari kehadiran Rihanna, Carey segera menghampirinya dan keduanya saling menyapa. Pada kesempatan itu, Rihanna meminta tanda tangan dari Mariah Carey.
“Gue mau tanda tangan! Ada yang punya spidol? Tanda tangan di dada gue!” ujar Rihanna. Tanpa ragu, Rihanna membuka sedikit bagian dada kausnya dan mempersilakan Carey untuk menandatangani di bagian dada kirinya.
Mariah Carey dengan hati-hati menorehkan spidol merah di kulit Rihanna. Momen ini semakin epik ketika Rihanna mengambil mikrofon dari tangan Carey dan berseru,
“Mariah Carey sedang menandatangani payudara saya, teman-teman! Ini benar-benar epik!” teriak Rihanna, disambut sorak sorai penonton.
Konser ini menandai kembalinya Mariah Carey ke panggung setelah sempat mengalami flu di awal bulan. Carey bahkan harus membatalkan konser di Pittsburgh pada 11 Desember, hanya beberapa jam sebelum acara dimulai. Namun, penampilannya di Barclays Center membuktikan bahwa ia kembali dengan semangat yang sama.
Natal selalu menjadi momen penting bagi Mariah Carey. Lagu “All I Want for Christmas Is You” yang dinyanyikannya telah menjadi lagu wajib setiap perayaan Natal. Hampir tiga dekade sejak dirilis, lagu ini terus memberikan royalti yang signifikan bagi Carey setiap tahunnya.
Menurut laporan dari The Economist yang dikutip oleh Forbes pada 2022, Mariah Carey mendapatkan sekitar US$2,5 juta atau sekitar Rp39 miliar dari royalti tahunan lagu tersebut. Sementara itu, The New York Post melaporkan bahwa royalti tersebut bisa mencapai US$3 juta atau Rp46,9 miliar.
Ketika “All I Want for Christmas Is You” pertama kali dirilis pada 1994, Mariah Carey mendapatkan royalti sebesar US$60 juta. Angka ini menunjukkan betapa suksesnya lagu tersebut, dan royalti tahunan yang diterima Carey terus mengalir di luar dari royalti awal saat lagu tersebut diluncurkan.
Momen spesial antara Mariah Carey dan Rihanna di konser Christmas Time Tour menjadi sorotan dan menambah kehangatan perayaan Natal. Dengan lagu ikoniknya, Mariah Carey terus mengukuhkan posisinya sebagai ratu Natal, sementara kejutan di konsernya menambah cerita menarik dalam perjalanan kariernya. Keberhasilan finansial dari lagu Natalnya juga menunjukkan betapa kuatnya pengaruh Carey dalam industri musik selama bertahun-tahun.





