Band Radja baru-baru ini menjadi pusat perhatian setelah meluncurkan lagu terbaru mereka berjudul “Apa Sih” pada 21 Desember. Banyak pendengar menuduh lagu ini sebagai hasil jiplakan dari lagu hit milik Rosé BLACKPINK yang berkolaborasi dengan Bruno Mars. Tuduhan ini muncul karena kemiripan yang terdengar dari aransemen hingga lirik lagu tersebut, yang juga menampilkan Vadel Badjideh dalam video musiknya.
Moldy, pengaransemen lagu “Apa Sih” sekaligus orang di balik konsep kreatif video klipnya, memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya, Moldy mengatakan,
“Gue bilang, ‘apa salahnya sih kita meniru yang bagus?’ Bukan meniru yang jelek ya. Yang namanya mencontoh itu, kita dari lahir aja belajar kata-kata ‘Ini gigi, ini hidung, ini rambut’ kan belajar dari yang sudah ada. Nah, cara berjalan (juga).” Moldy menegaskan bahwa dalam musik, mendapatkan pengaruh dan inspirasi adalah hal yang wajar selama tidak mengambil hak orang lain.
Selain musik, kolaborasi dengan Vadel Badjideh juga disebut terinspirasi dari Bruno Mars. Vadel, yang secara fisik disebut mirip dengan musisi ternama asal AS tersebut, dianggap sebagai sosok Bruno Mars dari Indonesia. Radja memutuskan untuk mengaitkan Vadel dengan Bruno Mars, tetapi dengan konsep yang digunakan dalam video klip “The Lazy Song” yang menampilkan penggunaan topeng monyet.
Penggunaan topeng monyet dalam video musik “Apa Sih” menimbulkan permasalahan baru. Vadel, yang menjadi model video klip, tidak terima wajahnya ditutup dengan gambar monyet. Meskipun demikian, Radja menegaskan bahwa mereka belum melakukan komunikasi lebih lanjut dengan Vadel Badjideh maupun pihak terkait dan menyatakan tidak akan menghapus video musik tersebut.
Di kolom komentar YouTube Radja, channel Ian Kasela meminta netizen untuk mendengarkan lagu tersebut hingga bagian refrain terlebih dahulu sebelum memberikan komentar.
“Eeh, sebelum komen kayaknya enak dengerin dulu deh reffnya,” tulis Kasela_TV yang di-pin oleh Radja Band. Radja berharap agar pendengar dapat memahami dan menikmati karya mereka sebelum memberikan penilaian.
Kontroversi yang melibatkan lagu “Apa Sih” dari Radja menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh musisi dalam menciptakan karya yang orisinal di tengah pengaruh dan inspirasi dari berbagai sumber. Sementara tuduhan plagiarisme masih menjadi perdebatan, Radja tetap berkomitmen untuk mempertahankan karya mereka dan berharap dapat terus berkarya dengan gaya dan ciri khas mereka sendiri. Publik kini menantikan bagaimana band ini akan menangani situasi ini dan langkah apa yang akan diambil selanjutnya.





