Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengumumkan rotasi dan mutasi besar-besaran terhadap 734 Perwira Tinggi (Pati) hingga Perwira Menengah (Pamen) Polri menjelang akhir tahun 2024. Langkah ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri nomor ST/2775/XII/KEP./2024 hingga ST/2778/XII/KEP./2024 yang diterbitkan pada 29 Desember 2024.
Salah satu perwira yang mengalami mutasi adalah AKBP Ratna Quratul Ainy, seorang Polwan yang meraih penghargaan Adhi Makayasa pada tahun 2006. Ratna kini ditugaskan untuk memegang jabatan baru sebagai Kapolres Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sebagai lulusan terbaik Akademi Kepolisian tahun 2006, Ratna memiliki pengalaman luas di bidang reserse.
Karier Ratna di kepolisian dimulai pada tahun 2007 sebagai Pama Ops Bagops Polrestro Jakbar Polda Metro Jaya. Ia kemudian menjabat sebagai Panit Idik Unit VI/PPA Satreskrim Polrestro Jakbar Polda Metro Jaya. Pada tahun 2009, Ratna dipercaya sebagai Kanit Reskrim Polsek Cengkareng dan Kasubnit III Satresnarkoba Polrestro Jakbar.
Kariernya terus berkembang hingga ia menjabat sebagai Sespri Gubernur PTIK pada tahun 2013. Dari tahun 2014 hingga 2019, Ratna dipercaya sebagai ajudan istri Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla, yaitu Mufidah.
Di wilayah Jawa Tengah, terdapat 18 polres yang mengalami pergantian pimpinan dalam mutasi besar-besaran ini. Selain Polres Kabupaten Semarang, Polrestabes Semarang yang sebelumnya dipimpin oleh Kapolrestabes Kombes Pol Irwan Anwar juga mengalami pergantian pimpinan.
Polres lain yang mengalami pergantian kepemimpinan antara lain Polresta Surakarta, Polresta Magelang, Polres Rembang, Polres Magelang Kota, dan Polres Sukoharjo. Selain itu, Polres Kebumen, Polres Jepara, Polres Banjarnegara, Polres Karanganyar, Polres Grobogan, Polres Klaten, Polres Batang, Polres Purbalingga, Polres Boyolali, Polres Temanggung, dan Polres Tegal Kota juga mengalami perubahan pimpinan.
Rotasi dan mutasi besar-besaran yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini menunjukkan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kinerja dan efektivitas organisasi. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan para perwira yang baru ditugaskan dapat membawa semangat baru dan inovasi dalam menjalankan tugas mereka, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat struktur kepemimpinan di berbagai wilayah, khususnya di Jawa Tengah, demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang lebih baik.





