Jennifer Lopez dan Ben Affleck, pasangan selebriti yang pernah menjadi sorotan dunia, kini hampir menyelesaikan proses perceraian mereka. Meski demikian, perceraian ini belum akan resmi hingga 20 Februari 2024. Proses ini memakan waktu lima bulan sejak JLo mengajukan gugatan cerai atas pernikahan mereka yang berlangsung selama dua tahun.
Menurut laporan dari TMZ pada 6 Januari 2025, kesepakatan perceraian ini menghasilkan keputusan bahwa masing-masing pihak akan mempertahankan apa yang mereka peroleh secara individu selama pernikahan. Tidak ada kewajiban bagi salah satu pihak untuk membayar tunjangan pasangan. Kesepakatan ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak ingin menyelesaikan perpisahan ini dengan cara yang damai dan adil.
Selain itu, mantan pasangan ini juga sepakat untuk menjual rumah mereka yang bernilai US$61 juta. Namun, hingga saat ini, kesepakatan tersebut masih bersifat rahasia dan rumah tersebut belum terjual. Dalam perkembangan lain, seperti diberitakan oleh New York Post pada Senin (6/1), Jennifer Lopez secara sah dapat menghapus nama Affleck dari namanya, menandai langkah penting dalam proses perpisahan ini.
Pada 20 Agustus 2024, Jennifer Lopez secara resmi mengajukan gugatan cerai terhadap Ben Affleck di Pengadilan Tinggi Los Angeles. Kabar mengenai perpisahan mereka telah beredar selama beberapa bulan sebelumnya. Gugatan ini diajukan tepat dua tahun setelah mereka mengadakan pesta pernikahan di Riceboro, Georgia, pada tahun 2022, yang dihadiri oleh keluarga dan sahabat terdekat.
Dalam wawancara dengan majalah Interview pada Oktober 2024, Lopez mengungkapkan bahwa ia seharusnya sudah menyadari keinginannya untuk berpisah sejak 2-3 tahun sebelumnya. “Aku berpikir dalam hati… ‘Terima kasih, Tuhan. Aku minta maaf butuh waktu lama. Aku minta maaf karena Engkau harus melakukan ini kepadaku berkali-kali,” ungkap Lopez.
Jennifer Lopez, yang pernah dinominasikan untuk Grammy, sebelumnya telah menikah dengan Ojani Noa, Cris Judd, dan Marc Anthony. Pengalaman rumah tangga yang kembali kandas bersama Ben Affleck ini disebutnya sangat menyadarkan dirinya. “Ini memukul.. sangat keras di kepala seperti palu godam atau serasa ditimpa sebuah rumah,” kata Lopez.
Lopez juga mengakui bahwa dirinya dulu naif dan memiliki pola pikir “romantis” dengan keinginan untuk
“menjalin hubungan dengan seseorang dan menua bersama” agar “menjadi utuh dan bahagia.”
Namun, ia menyadari bahwa pandangan tersebut tidak lagi relevan baginya. “Jennifer yang lama masih inginkan hal tersebut, dan sangat bodoh. Sekarang, tidak,” katanya. “Butuh 30 tahun bagi saya untuk sadar,” tambahnya sambil bercanda.
“Walau tak yakin sudah paham semuanya.”
Proses perceraian Jennifer Lopez dan Ben Affleck menandai akhir dari sebuah bab dalam kehidupan mereka. Meski perjalanan ini penuh tantangan, keduanya tampaknya berusaha untuk menyelesaikannya dengan cara yang damai dan saling menghormati. Dengan langkah-langkah yang telah diambil, baik Lopez maupun Affleck kini dapat memulai lembaran baru dalam hidup mereka masing-masing.





