Penduduk Kabupaten Bener Meriah digemparkan oleh penemuan jasad seorang wanita bernama Ayuni (35) yang ditemukan dalam drum terkubur di tanah di Kebun Kopi Desa Uning Teririt. Kejadian ini terungkap pada Kamis (30/1) dan segera menarik perhatian publik serta aparat kepolisian setempat.
Setelah penyelidikan dilakukan, polisi berhasil menangkap terduga pelaku yang ternyata adalah suami korban sendiri, Edi Andani. Penangkapan berlangsung di Desa Beranun Teleden, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, pada Kamis malam (30/1). Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Jeffryandi, mengonfirmasi penangkapan tersebut.
“Benar. Pelaku berhasil kita tangkap di perkebunan di Kampung Beranun Teleden,” ujar Jeffryandi saat dikonfirmasi pada Jumat (31/1).
Kini, Edi Andani telah diamankan di Mapolres Bener Meriah untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. Aparat kepolisian berupaya mengungkap motif di balik tindakan nekat pelaku yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri.
“Sudah diamankan di Polres untuk penyelidikan lebih lanjut,” tambah Jeffryandi.
Penemuan jasad Ayuni bermula dari kecurigaan seorang petani bernama Hasbullah (51). Pada Rabu (29/1), Hasbullah sempat mendengar suara jeritan wanita, namun ia tidak menaruh curiga. Keesokan harinya, rasa penasaran mendorongnya untuk mencari tahu asal suara tersebut bersama warga lainnya. Setelah melakukan penggalian di lokasi yang dicurigai, mereka menemukan sesosok wanita dalam drum yang terkubur di tanah. Penemuan ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.
Penemuan jasad Ayuni dalam kondisi yang mengenaskan ini tentu saja mengundang reaksi dari penduduk sekitar. Mereka berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap motif di balik pembunuhan ini dan memberikan keadilan bagi korban. Sementara itu, penyelidikan terus dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang dapat memperkuat kasus ini di pengadilan.
Dengan penangkapan tersangka utama, diharapkan kasus ini dapat segera terungkap dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Kabupaten Bener Meriah. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar terkait kasus ini.





