Torang Heriyanto, seorang pria berusia 45 tahun, menjadi korban penembakan oleh sosok misterius di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Insiden memilukan ini terjadi pada Senin dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Eko Prasetyo, mengonfirmasi kejadian tersebut dalam pernyataannya pada hari yang sama. “Memang benar ada insiden penembakan tersebut,” ujarnya.
Eko Prasetyo menjelaskan bahwa tim dari Sat Reskrim Polresta Bogor Kota saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kasus penembakan yang berujung maut ini. “Tim kami sejak dini hari tadi hingga saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk segera mengungkap kasus ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Eko menegaskan komitmen Polresta Bogor Kota, khususnya Satreskrim, untuk menindak tegas segala bentuk tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi Nugroho, menyatakan bahwa setelah insiden penembakan, korban sempat dilarikan ke RSUD Kota Bogor. Namun, sayangnya, nyawa Torang Heriyanto tidak dapat diselamatkan. “Korban dinyatakan meninggal dunia dan selanjutnya kita akan melaksanakan autopsi di RS Ciawi,” tutur Aji.
Menurut informasi yang diperoleh dari detik.com, peristiwa penembakan oleh OTK ini terjadi di depan Taman Kanak-Kanak (TK) Motekar, Jalan Perintis Kemerdekaan. Lokasi ini menjadi saksi bisu dari tragedi yang menimpa Torang Heriyanto.
Dengan adanya penyelidikan yang tengah berlangsung, diharapkan pihak kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik penembakan ini. Masyarakat berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan cepat dan tuntas, serta memberikan rasa aman bagi warga Bogor.
Kombes Eko Prasetyo menekankan pentingnya kerjasama antara pihak kepolisian dan masyarakat dalam mengungkap kasus ini.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melaporkannya kepada pihak berwajib,” tambahnya.
Peristiwa penembakan yang menewaskan Torang Heriyanto menjadi perhatian serius bagi Polresta Bogor Kota. Dengan komitmen untuk menindak tegas segala bentuk premanisme, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Masyarakat Bogor menantikan hasil penyelidikan dan berharap agar pelaku dapat segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.





