Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang juga merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), tidak menghadiri kegiatan retret kepala daerah yang diadakan di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah. Endah menegaskan bahwa keputusannya untuk tidak hadir adalah bentuk kepatuhan terhadap instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang meminta seluruh kepala daerah dari partainya untuk menunda keikutsertaan dalam retret tersebut.
Dalam pernyataannya, Endah menegaskan sikapnya yang tegak lurus mengikuti arahan Megawati. “Tidak berangkat, tegak lurus,” ujar Endah saat dihubungi pada Sabtu (22/2). Selain itu, Endah juga memastikan bahwa dirinya tidak mengirimkan Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, atau Sekretaris Daerah (Sekda), Sri Suhartanta, sebagai penggantinya untuk mengikuti retret di Akmil. “Tidak (mengirimkan wakil-sekda),” tegas Endah.
Sebelumnya, rombongan kepala daerah peserta retret telah tiba di Akmil pada Jumat (21/2) sore. Namun, beberapa tokoh seperti Pramono Anung, Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, dan Bupati Gunungkidul Endah Subekti tidak tampak dalam barisan. Keempatnya diketahui merupakan kader PDIP.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyatakan bahwa hingga petang kemarin, tercatat hanya ada 450 dari 503 total peserta yang hadir dalam pembukaan retret kepala daerah tersebut. Bima menjelaskan bahwa dari 53 orang yang tidak hadir, enam di antaranya memberikan keterangan sakit atau berhalangan karena acara keluarga, sementara 47 lainnya tanpa keterangan.
Bima menegaskan bahwa kegiatan retret di Akmil adalah wajib bagi seluruh kepala daerah yang baru dilantik pada 20 Februari 2025. Menurutnya, panitia retret memberikan kelonggaran dengan mengizinkan kepala daerah yang berhalangan hadir untuk mengirimkan wakil kepala daerah sebagai penggantinya. Jika wakil kepala daerah juga berhalangan, maka Sekda harus dikirim sebagai perwakilan ke Akmil untuk mengikuti materi retret.
Bima memastikan bahwa para kepala daerah yang absen pada retret kali ini diwajibkan untuk mengikuti gelombang berikutnya. Gelombang ini akan diadakan bersamaan dengan calon kepala daerah yang masih bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pilkada 2024.
“Ikut gelombang berikutnya. Wajib ikut ya. Iya. Wajib. Semuanya wajib ikut, penting ini materinya,” kata Bima di depan gerbang Akmil, Jumat (21/2).
Ketidakhadiran Bupati Gunungkidul Endah Subekti dalam retret di Akmil menegaskan kepatuhannya terhadap instruksi partai. Situasi ini mencerminkan dinamika internal PDIP dan pentingnya koordinasi antara kepala daerah dan partai dalam menghadapi agenda-agenda penting. Dengan adanya retret susulan, diharapkan semua kepala daerah dapat mengikuti materi yang disiapkan dan menjalankan tugas mereka dengan lebih baik.





