Dalam sebuah pertemuan yang mencuri perhatian dunia, Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyambut Ri Hi Yong, seorang pejabat tinggi Korea Utara, di Kremlin pekan ini. Media pemerintah Korea Utara, KCNA, melaporkan pertemuan ini pada Sabtu (1/3). Ri Hi Yong, yang menjabat sebagai anggota Politbiro dan Sekretaris Komite Sentral Partai Pekerja Korea, bertemu dengan Putin di Moskow pada Kamis (27/2).
Dalam pertemuan tersebut, Putin mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan Korea Utara kepada Rusia. “Kami berterima kasih atas dukungan positif yang Anda berikan kepada Federasi Rusia,” ujar Putin, sebagaimana dilaporkan oleh AFP. Pernyataan ini menegaskan hubungan erat antara kedua negara di tengah situasi geopolitik yang rumit.
Pertemuan ini bertepatan dengan laporan dari badan intelijen Korea Selatan, NIS, yang menyebutkan bahwa Korea Utara telah mengirim lebih banyak pasukan ke Rusia untuk membantu dalam konflik melawan Ukraina. Namun, hingga saat ini, baik Rusia maupun Korea Utara belum memberikan konfirmasi resmi terkait pengerahan pasukan tersebut.
Sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada tahun 2022, hubungan militer antara Rusia dan Korea Utara semakin erat. Kedua negara telah meningkatkan kerja sama di bidang militer, meskipun detail spesifik dari kerja sama ini belum sepenuhnya terungkap ke publik.
Sebelumnya, terdapat laporan yang menyebutkan bahwa sekitar 1.000 hingga 3.000 pasukan Korea Utara telah dibawa ke Kursk selama periode Januari hingga Februari. Mereka dilaporkan tiba menggunakan kapal kargo dan pesawat militer Rusia. Sejak tahun lalu, Korea Utara diyakini telah mengerahkan sekitar 11 ribu pasukan ke garis depan barat Rusia di Kursk.
Pertemuan antara Putin dan Ri Hi Yong ini memiliki implikasi geopolitik yang signifikan. Dengan meningkatnya kerja sama militer antara Rusia dan Korea Utara, dinamika kekuatan di kawasan tersebut dapat mengalami perubahan. Hal ini juga menambah kompleksitas situasi di Ukraina, di mana Rusia terus melanjutkan operasinya.
Pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat senior Korea Utara Ri Hi Yong menandai babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara. Dengan latar belakang konflik di Ukraina dan laporan pengerahan pasukan Korea Utara ke Rusia, pertemuan ini menjadi sorotan dunia internasional. Kerja sama yang semakin erat antara Rusia dan Korea Utara dapat mempengaruhi stabilitas regional dan global, menuntut perhatian lebih dari komunitas internasional.





