Pada Senin pagi (3/3), gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang perairan Laut Tehoru, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Gempa ini terjadi sekitar pukul 03.42 WIT, saat sebagian besar warga tengah bersiap untuk sahur. Getaran yang cukup kuat membuat warga berhamburan keluar rumah dalam kepanikan.
seorang warga yang sedang sahur tampak bergegas keluar rumah karena panik akibat getaran yang terasa cukup kuat. Setelah beberapa saat berdiri di jalan, ia memutuskan untuk kembali masuk ke dalam rumah ketika getaran mulai mereda. Sementara itu, beberapa anggota keluarga lainnya memilih tetap bertahan di meja makan meskipun sempat berhenti sahur dan merasa panik. Beruntung, getaran gempa yang cukup kuat tersebut tidak berlangsung lama.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kelas I Karang Panjang Ambon mencatat bahwa gempa terjadi pada pukul 03.42 WIT. Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 kilometer, dengan lokasi tepatnya berada 4 Km di bagian Tenggara Tehoru dan 62 Km Barat Daya Kobisonta Maluku Tengah, pada koordinat 03.41 Lintas Selatan (LS) dan 129.52 Bujur Timur (BT).
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban terdampak akibat gempa tersebut. Meskipun demikian, pihak berwenang terus memantau situasi dan siap mengambil tindakan jika diperlukan. Warga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Gempa bumi yang mengguncang perairan Laut Tehoru, Maluku Tengah, menimbulkan kepanikan di kalangan warga yang sedang melaksanakan sahur. Meskipun getaran terasa cukup kuat, gempa tersebut tidak menimbulkan kerusakan signifikan dan tidak berpotensi tsunami. Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi bencana alam. Diharapkan, dengan koordinasi yang baik antara pihak berwenang dan masyarakat, dampak gempa dapat diminimalisir dan kehidupan warga dapat segera kembali normal.





