Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat, Hadi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, lima orang masih dinyatakan hilang di Kabupaten Sukabumi akibat bencana banjir dan tanah longsor. BPBD bersama tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang hilang akibat bencana hidrometeorologi ini.
“Untuk yang lima (orang hilang) hari ini masih lanjut pencarian,” ujar Hadi saat dihubungi pada Sabtu (8/3).
Hadi menjelaskan bahwa dari lima orang yang hilang, dua di antaranya berasal dari Kecamatan Simpenan, sementara tiga lainnya berasal dari Kecamatan Lengkong. Pencarian terus dilakukan dengan harapan dapat menemukan para korban secepatnya.
Lebih lanjut, Hadi menyampaikan bahwa hingga Jumat (7/3) pukul 17.00 WIB, sebanyak 328 jiwa terpaksa mengungsi dan 287 jiwa lainnya terdampak langsung oleh bencana ini. Kondisi ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari bencana yang melanda wilayah tersebut.
Selain korban hilang, Hadi juga melaporkan bahwa terdapat tiga orang yang meninggal dunia akibat bencana ini. Satu korban berasal dari Kecamatan Simpenan dan dua lainnya dari Kecamatan Palabuhanratu. Kerusakan infrastruktur juga cukup signifikan, dengan 155 rumah terendam, 11 rumah mengalami kerusakan ringan, 8 rumah rusak sedang, 7 rumah rusak berat, serta 30 fasilitas umum dan sosial yang terdampak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Sukabumi ini disebabkan oleh cuaca ekstrem yang terjadi pada Kamis (6/3). Kondisi cuaca yang tidak menentu ini memicu terjadinya bencana hidrometeorologi yang berdampak luas pada masyarakat setempat.
BPBD Jawa Barat bersama tim gabungan terus berupaya melakukan penanganan dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Langkah-langkah penanganan darurat dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga yang terkena dampak bencana.
Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sukabumi menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat setempat. Dengan upaya pencarian yang terus dilakukan, diharapkan para korban hilang dapat segera ditemukan. Selain itu, penanganan dan bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak dan memulihkan kondisi wilayah yang terkena bencana. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan bencana alam.





