Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki: Tiga Kali Letusan dalam Enam Jam

Redaksi RuangInfo

Di tengah keheningan alam Flores Timur, Gunung Api Lewotobi Laki-laki, yang berdiri megah di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggeliat dengan tiga kali letusan dalam kurun waktu enam jam pada Sabtu (15/3). Letusan ini disertai dengan semburan abu vulkanik yang menjulang setinggi antara 800 meter hingga 2.500 meter di atas puncaknya, seolah menari di angkasa.

Yohanes Kolli Sorywutun, seorang penjaga setia di Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki, memastikan bahwa rangkaian erupsi ini tidak menimbulkan dampak signifikan. “Tidak, tidak ada dampak,” ujarnya.

Letusan pertama terjadi pada pukul 07.58 Wita, dengan semburan abu vulkanik setinggi 800 meter. Letusan kedua menyusul pada pukul 09.27 Wita, di mana Gunung Lewotobi Laki-laki memuntahkan abu vulkanik setinggi 2.500 meter. Letusan ketiga dilaporkan terjadi pada pukul 10.58 Wita, dengan ketinggian abu vulkanik yang sama, yaitu 2.500 meter di atas puncak.

Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki yang memiliki ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut berada pada status siaga atau level III. Yohanes mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, area sektoral Barat Daya-Utara-Timur Laut dalam radius enam kilometer juga harus dihindari.

“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan sektoral Barat Daya – Utara – Timur Laut sejauh 6 Km,” tegas Yohanes.

Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki yang terjadi dalam waktu singkat ini menunjukkan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai. Meskipun tidak ada dampak langsung yang dilaporkan, masyarakat di sekitar gunung dan para wisatawan diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi arahan dari pihak berwenang. Dengan mengikuti imbauan ini, diharapkan keselamatan dan keamanan masyarakat dapat terjaga.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *