Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas kasus teror pengiriman kepala babi dan bangkai tikus yang dikirim ke kantor media Tempo. Saat ini, penyidik masih dalam tahap pengumpulan barang bukti dan pemeriksaan saksi terkait insiden tersebut. “Kita sedang bekerja ya. Ya, tentu (diusut tuntas), tim kita sedang di lapangan dan sedang awal penyidikan,” ujar Wahyu di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (24/3).
Meskipun demikian, Wahyu tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai sejauh mana proses penyelidikan telah berjalan. Ia hanya meminta publik untuk bersabar menunggu proses yang sedang berlangsung. “Semua proses pelaporan masyarakat tentu kita sikapi, dan untuk dilakukan penyelidikan dengan baik. Mohon doanya dari teman-teman semuanya,” tuturnya.
Redaksi Tempo mengalami dua aksi teror dalam sepekan terakhir. Teror pertama terjadi pada Rabu (19/3) dengan pengiriman paket berisi kepala babi tanpa telinga yang ditujukan kepada wartawan politik, Francisca Christy Rosana. Aksi teror ini kemudian dilaporkan oleh Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, ke Bareskrim Polri pada Jumat (21/3).
Teror kedua terjadi pada Sabtu (22/3), di mana Tempo menerima paket berisi enam bangkai tikus lengkap dengan kepala terpenggal. Berbeda dengan teror sebelumnya, kali ini tidak ada sosok spesifik yang ditujukan sebagai penerima paket. Tempo menyebutkan bahwa kotak berisi bangkai tikus tersebut dilempar oleh orang tak dikenal dari luar pagar pada Sabtu sekitar pukul 02.11 WIB.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menugaskan Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, untuk mengusut aksi teror yang terjadi di Kantor Tempo. Sigit menegaskan bahwa Polri akan memberikan pelayanan terbaik untuk menjaga keamanan masyarakat dan memastikan akan menindaklanjuti kasus tersebut.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memburu satu terduga pelaku teror pengiriman potongan kepala babi dan bangkai tikus ke kantor Media Tempo. Djuhandhani menyatakan bahwa dari hasil rekaman CCTV yang dikumpulkan, pihaknya telah menemukan sosok terduga pelaku teror. Saat ini, upaya identifikasi terhadap sosok pelaku tersebut sedang dilakukan.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Polri, diharapkan kasus teror ini dapat segera terungkap dan pelakunya ditangkap. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Polri untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat, terutama bagi para pekerja media yang menjalankan tugas jurnalistiknya. Polri berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dan memberikan rasa aman bagi semua pihak yang terlibat.





