Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengimbau aparat penegak hukum dan massa demonstran yang menolak pengesahan revisi Undang-Undang TNI untuk saling menahan diri dan tidak terprovokasi. Pernyataan ini disampaikan Puan sebagai respons terhadap meningkatnya tindakan represif aparat terhadap massa aksi yang menolak RUU TNI di berbagai daerah.
Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/3), Puan menekankan pentingnya kedua belah pihak untuk menahan diri. “Ya kami menghimbau kedua belah pihak saling menahan diri. Jadi yang satu pihak juga jangan terlalu menyerang,” ujar Puan. Ia menambahkan bahwa kondisi kondusif tidak akan tercapai jika ada pihak yang memprovokasi pihak lain.
Puan juga menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan penolakan mereka. Namun, ia berharap agar penyampaian aspirasi tersebut dilakukan tanpa kekerasan. “Jadi ya sama-sama menahan diri lah. Silahkan menyampaikan aspirasi, menyampaikan apa yang ingin disampaikan tapi jangan memprovokasi dan jangan melakukan tindakan kekerasan,” tegasnya.
Penolakan terhadap RUU TNI telah meluas di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Malang, Surabaya, NTT, Bandung, dan Sukabumi. Namun, aksi penolakan ini diwarnai dengan tindakan represif dari aparat kepolisian terhadap masyarakat sipil yang turut menyuarakan penolakan tersebut.
Di Surabaya, sebanyak 40 orang ditangkap oleh polisi dalam demonstrasi tersebut. Dua jurnalis, Rama Indra dari Beritajatim dan Wildan Pratama dari Suara Surabaya, dilaporkan menjadi korban kekerasan aparat. Insiden ini menambah daftar panjang tindakan represif yang dialami oleh masyarakat sipil dan jurnalis dalam menyuarakan pendapat mereka.
Puan Maharani berharap agar semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan pendapat terkait revisi UU TNI. Kedamaian dan ketertiban diharapkan dapat terwujud melalui komunikasi yang baik dan saling pengertian antara pihak-pihak yang terlibat. Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan tanpa menimbulkan konflik yang lebih besar.





