Istana Kepresidenan Jakarta: Pembagian Bingkisan Lebaran di Acara Gelar Griya

Redaksi RuangInfo

Pada perayaan Hari Raya Idulfitri 1446 H, Istana Kepresidenan Jakarta menyelenggarakan acara gelar griya atau “open house” yang dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam acara tersebut, lebih dari 5.000 bingkisan dan suvenir dibagikan kepada masyarakat yang hadir.

Menurut keterangan resmi, masyarakat yang hadir tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Istana, tetapi juga menerima bingkisan Lebaran dan suvenir. Salah satu warga, Joko (40), yang merupakan penyandang disabilitas, merasa bersyukur meskipun tidak dapat bersalaman langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. “Saya tidak kecewa, senang saja bisa masuk ke Istana,” ungkap Joko yang datang dari Jakarta Barat saat ditemui di kawasan Jalan Majapahit, Jakarta, Senin (31/3).

Meskipun masyarakat sudah mengantre sejak pagi, tidak semua yang diizinkan masuk ke kawasan Istana dapat bersalaman dengan Presiden. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kapasitas ruangan. Namun, seluruh masyarakat yang masuk tetap mendapatkan bingkisan dari Istana yang berisi bahan makanan dan minuman seperti mie instan, teh celup, susu, dan gula.

Selain bingkisan, tas suvenir yang dibagikan berisi payung, handuk, tempat minum, dan aneka kue kering untuk merayakan Lebaran. Tradisi gelar griya atau open house di Istana ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyat dalam suasana yang penuh fitrah dan kebersamaan.

Acara gelar griya dimulai sejak pukul 08.30 WIB, diawali dengan kehadiran tamu dari pejabat negara, seperti menteri dan anggota Kabinet Merah Putih, mantan Presiden dan mantan Wakil Presiden, para duta besar negara sahabat, hingga masyarakat umum. Momen ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan kedekatan dengan pemimpin negara dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Acara open house di Istana Kepresidenan Jakarta pada Hari Raya Idulfitri 1446 H menjadi momen istimewa bagi masyarakat yang hadir. Meskipun tidak semua dapat bersalaman dengan Presiden, kesempatan untuk mengunjungi Istana dan menerima bingkisan serta suvenir menjadi pengalaman berharga. Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyat, tetapi juga menegaskan semangat kebersamaan dan saling berbagi di hari yang fitri.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *