Dua penduduk Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami cedera serius akibat ledakan petasan seberat delapan kilogram pada Hari Raya Idulfitri. Kedua korban, yang diidentifikasi dengan inisial IR (25) dan IG (23), saat ini tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit Provinsi NTB. Insiden ini terjadi pada Senin sore, ketika kedua korban membawa sisa petasan yang belum diledakkan ke tepi sungai dekat kediaman mereka.
Setibanya di tepi sungai, IR dan IG mencoba menyalakan sumbu petasan tersebut. Namun, meskipun telah berulang kali dibakar, petasan itu tidak kunjung meledak. Mereka kemudian memutuskan untuk membawa petasan tersebut ke rumah AR guna memeriksa penyebab kegagalan ledakan. Setelah dilakukan beberapa penyesuaian, petasan tersebut tiba-tiba meledak dengan dahsyat.
Ledakan yang terjadi mengakibatkan kedua korban terpental. IR mengalami cedera serius, termasuk putusnya ibu jari dan telunjuk tangan kiri, serta luka parah di kaki dan wajah. Sementara itu, IG menderita luka pada kedua kakinya. Masyarakat sekitar yang mendengar suara ledakan segera mendatangi lokasi kejadian dan menemukan kedua korban dalam kondisi bersimbah darah.
Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Barat Kusnadi, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan petasan. Ia menekankan bahaya yang dapat ditimbulkan, terutama menjelang perayaan besar yang sering diwarnai dengan penggunaan bahan peledak rakitan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, petasan yang meledak tersebut diduga dirakit sendiri oleh korban.
Insiden ledakan petasan di Lombok Tengah ini menjadi pengingat akan bahaya penggunaan bahan peledak rakitan. Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan menghindari penggunaan petasan yang tidak aman. Dengan adanya kesadaran dan kewaspadaan, diharapkan kejadian serupa dapat dihindari di masa mendatang.





