Desa Padalere Utama di Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, kini terkurung akibat jembatan gantung yang menghubungkan desa tersebut terputus oleh banjir. Bencana ini terjadi setelah Sungai Lalindu meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut tanpa henti.
Kepala BPBD Sultra, Muhammad Yusuf, mengonfirmasi bahwa Desa Padalere Utama terisolasi karena jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses jalan ke desa tersebut terputus. “Jembatan gantung ini adalah akses utama menuju pemukiman warga,” jelas Yusuf.
Akibat banjir ini, sebanyak 105 kepala keluarga atau sekitar 400 jiwa terdampak. Beberapa warga telah memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Warga yang terendam telah mengungsi. Jumlahnya sekitar 6 KK di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo,” tambah Yusuf.
Pemerintah daerah dan BPBD setempat terus berupaya melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Koordinasi dengan berbagai pihak dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa isolasi ini.
Hujan deras yang menyebabkan meluapnya Sungai Lalindu menjadi tantangan tersendiri bagi wilayah ini. Kondisi cuaca ekstrem seperti ini memerlukan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.
Dengan terputusnya jembatan gantung, diharapkan ada langkah cepat dari pemerintah untuk memulihkan akses ke Desa Padalere Utama. Pembangunan kembali jembatan atau penyediaan jalur alternatif menjadi prioritas agar aktivitas warga dapat kembali normal.
Banjir yang melanda Kecamatan Wiwirano menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur yang kuat dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak dari bencana ini dapat diminimalisir dan kehidupan warga dapat segera pulih.





