Manchester City Memperpanjang Kontrak Pep Guardiola Hingga 2026: Komitmen di Tengah Bayang-Bayang Tuduhan

Redaksi RuangInfo

Manchester City berhasil meredam spekulasi mengenai masa depan Pep Guardiola dengan memperpanjang kontraknya. Guardiola dipastikan akan tetap memimpin City hingga tahun 2026, dengan opsi perpanjangan satu musim. Meskipun klub ini tengah dibayangi ancaman degradasi akibat 115 tuduhan pelanggaran financial fair play (FFP), Guardiola menegaskan komitmennya untuk tetap bersama City.

Tuduhan terhadap Manchester City belum terbukti karena belum ada keputusan resmi dari sidang kasus tersebut. Saat ini, City berada dalam situasi yang kurang ideal. Selain menghadapi tuntutan pelanggaran FFP, klub ini juga akan kehilangan Direktur Sepak Bola, Txiki Begiristain, pada akhir musim.

Begiristain bukan sekadar rekan kerja bagi Guardiola; dia adalah mitra strategis yang telah bekerja sama sejak masa Guardiola di Barcelona. Kepergian Begiristain sempat memicu spekulasi bahwa Guardiola mungkin tidak akan memperpanjang kontraknya di City. Namun, kenyataannya berbeda. Guardiola akhirnya menyetujui perpanjangan kontrak yang ditawarkan oleh manajemen City, memperpanjang masa baktinya hingga satu dekade. Sejak bergabung pada 2016, Guardiola telah mempersembahkan 15 trofi besar, termasuk enam gelar Liga Inggris dan satu Liga Champions Eropa.

Sebelum kesepakatan perpanjangan kontrak tercapai, Guardiola sempat menunjukkan keraguan untuk bertahan. Bahkan ketika didesak oleh wartawan, ia tidak memberikan jawaban pasti.

“Saya sudah berkali-kali mengatakan, saya tidak akan membicarakan hal ini (perpanjangan kontrak). Jika itu akan terjadi, itu akan terjadi. Kami selalu berkomunikasi, dan apa yang akan terjadi akan terjadi, selalu demi kebaikan klub,” ujar Guardiola.

Melihat ketidakpastian tersebut, City sempat menjajaki beberapa nama sebagai calon pengganti Guardiola, seperti Ruben Amorim dan Xabi Alonso. Namun, Amorim telah terikat kontrak dengan Manchester United, sementara Alonso masih nyaman melatih Bayern Leverkusen. Di tengah ketidakpastian ini, Guardiola akhirnya setuju untuk memperpanjang kontraknya, meskipun hanya untuk satu musim. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Guardiola mungkin hanya sementara kembali ke City sebelum akhirnya pergi untuk selamanya.

Beberapa sumber internal City mengungkapkan kepada Football Transfer bahwa perpanjangan kontrak Guardiola bertujuan untuk memberinya kesempatan berbelanja pada beberapa bursa transfer lagi guna mempersiapkan dan membangun skuad sebelum ia pergi. Sumber tersebut menyebutkan bahwa kepergian Guardiola pada akhirnya tidak bisa dihindari.

City menyadari bahwa profil usia para pemain saat ini tidak sepenuhnya ideal. Sebanyak 12 pemain senior kini berusia 29 tahun atau lebih. Sebagai perbandingan, Arsenal hanya memiliki enam pemain dalam kelompok usia tersebut, Liverpool lima pemain, MU delapan pemain, dan Chelsea hanya satu pemain.

Kondisi City akan dievaluasi kembali mendekati akhir kontrak Guardiola musim depan. Keputusan akhir tentang apakah opsi perpanjangan satu tahun akan diaktifkan atau tidak akan ditentukan kemudian.

“Opsi untuk mempertahankan sang pelatih selama satu musim lagi murni merupakan kemungkinan jika para petinggi City merasa bahwa tim belum siap untuk menghadapi kepergiannya,” tulis laporan dari Football Transfer.

Setelah Guardiola benar-benar pergi, Mikel Arteta sempat muncul sebagai target impian pengganti Guardiola. Manajer Arsenal ini sebelumnya adalah tangan kanan Guardiola saat masih menjabat asisten manajer di City. Arteta dinilai sebagai penerus ideal Pep. Namun, ini masih merupakan rencana masa depan City karena Arteta telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan Arsenal. Belum ada pendekatan serius dari City terhadap Arteta, tetapi mereka terus memantau situasi Arteta bersama Arsenal.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *