Argentina telah memutuskan untuk menarik mundur tiga prajuritnya yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon, yang dikenal dengan nama UNIFIL. Langkah ini diambil menyusul serangan berulang kali oleh Israel terhadap pos-pos UNIFIL di kawasan tersebut. Juru bicara UNIFIL, Andrea Tenenti, mengonfirmasi penarikan ini dan menyatakan bahwa Argentina telah meminta agar personel mereka dipulangkan. “Benar. Argentina telah meminta personel mereka kembali,” ujar Tenenti dalam pernyataannya yang dikutip oleh Al Jazeera
Walaupun penarikan ini telah dikonfirmasi, Tenenti menolak untuk memberikan alasan spesifik mengapa Argentina memutuskan untuk menarik pasukan mereka dari UNIFIL. Namun, penarikan ini terjadi di tengah situasi yang semakin memanas, di mana Israel terus melakukan serangan terhadap pos-pos UNIFIL sejak 30 September, yang mengakibatkan sejumlah tentara mengalami luka-luka.
Serangan terbaru oleh pasukan Israel melibatkan penggunaan buldoser dan eskavator untuk menggusur gerbang dan bangunan permanen milik UNIFIL. Wakil juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengungkapkan bahwa sejak September, UNIFIL telah menjadi target serangan sebanyak 40 kali, dengan delapan di antaranya dilakukan oleh tentara Israel. Meskipun UNIFIL terus menyampaikan protes kepada pemerintah Israel, rezim yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu tampaknya mengabaikan keluhan tersebut.
UNIFIL menegaskan bahwa perusakan properti secara sengaja oleh Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB 1701. Serangan ini terjadi saat Israel melakukan invasi ke Lebanon, di mana mereka menggempur habis-habisan warga sipil dan objek-objek non-militer. Akibat dari serangan ini, lebih dari 1.500 orang di Lebanon dilaporkan meninggal dunia.
Serangan yang dilakukan oleh Israel tidak hanya menargetkan pos-pos UNIFIL, tetapi juga berdampak luas pada penduduk sipil di Lebanon. Serangan ini telah menyebabkan kerugian besar, baik dari segi nyawa maupun infrastruktur. Masyarakat internasional terus memantau situasi ini dengan cermat, mengingat potensi eskalasi konflik yang dapat mempengaruhi stabilitas kawasan.
Penarikan pasukan Argentina dari UNIFIL menyoroti ketegangan yang terus meningkat di wilayah tersebut. Dengan serangan yang terus berlanjut dan dampak yang semakin meluas, komunitas internasional dihadapkan pada tantangan besar untuk mencari solusi damai dan memastikan perlindungan bagi warga sipil serta personel penjaga perdamaian di Lebanon.





