Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, telah menegaskan akan menunaikan hak pilihnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 04 Duren Tiga, Jakarta Selatan. TPS ini bukanlah tempat yang asing bagi Bahlil, karena sebelumnya ia juga memberikan suaranya di lokasi yang sama pada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) yang berlangsung pada Februari 2024.
Bendahara Umum Partai Golkar, Sari Yuliati, mengonfirmasi hal ini pada Selasa (26/11/2024).
“TPS di SD itu kemarin,” ujarnya, menegaskan bahwa Bahlil akan kembali ke TPS yang sama untuk Pilkada mendatang.
Pilkada serentak tahun ini dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu (27/11/2024). Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil menargetkan perolehan suara sebesar 60 persen secara nasional dalam Pilkada Serentak 2024. Target ambisius ini menunjukkan keyakinan Bahlil terhadap kekuatan dan dukungan partainya di seluruh Indonesia.
Bahlil menyatakan optimisme tinggi bahwa target perolehan suara tersebut dapat tercapai.
“Target pemenangan nasional itu untuk kepala daerah sekitar 60 persen. Target itu di Jawa Tengah juga demikian,” ungkap Bahlil saat berada di Sukoharjo,
Jawa Tengah, pada Sabtu (5/10/2024) lalu. Pernyataan ini menunjukkan fokus Bahlil pada wilayah Jawa Tengah sebagai salah satu basis penting bagi Partai Golkar.
Dalam upayanya untuk mencapai target tersebut, Bahlil juga mengimbau para kader Partai Golkar di Jawa Tengah agar bersatu dan bekerja keras menghadapi Pilkada Serentak 2024. Kerja sama dan kekompakan di antara para kader diharapkan dapat memperkuat posisi Golkar dalam kontestasi politik ini.
Dengan persiapan yang matang dan strategi yang terarah, Bahlil Lahadalia dan Partai Golkar optimis dapat meraih kemenangan signifikan dalam Pilkada Serentak 2024. Dukungan dari para kader dan simpatisan di seluruh Indonesia menjadi kunci utama untuk mencapai target ambisius yang telah ditetapkan. Pilkada kali ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepala daerah, tetapi juga menjadi tolok ukur kekuatan politik Partai Golkar di kancah nasional.





