Jumlah Pengungsi Banjir di Malaysia Melonjak Drastis, Mencapai 122.631 Jiwa

Redaksi RuangInfo

Jumlah pengungsi akibat banjir di Malaysia terus melonjak, kini mencapai 122.631 jiwa. Angka ini telah melampaui jumlah pengungsi pada tahun 2014, ketika Malaysia mengalami banjir terburuk dengan 118 ribu orang terpaksa mengungsi. Banjir kali ini disebabkan oleh hujan deras yang terus-menerus mengguyur beberapa negara bagian di Malaysia.

Kelantan menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak, dengan sekitar 77.200 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia menunjukkan bahwa Terengganu juga mengalami dampak signifikan, dengan 35 ribu orang dievakuasi. Sisanya tersebar di tujuh kawasan lainnya.

Menurut laporan AFP, jumlah korban jiwa akibat banjir ini tetap empat orang, tersebar di Kelantan, Terengganu, dan Serawak. Sementara itu, warga setempat terus berjuang menghadapi kondisi yang semakin memburuk.

Zamrah Majid, seorang warga Pasir Puteh, mengungkapkan bahwa daerahnya telah terendam banjir sejak Rabu (27/11). Banjir hampir memasuki rumahnya, hanya tinggal dua inchi lagi. Zamrah mengaku belum menerima bantuan apapun dari pemerintah atau LSM sejak banjir melanda. 

“Untungnya, saya sudah memindahkan dua mobil saya ke tempat yang lebih tinggi sebelum air naik,” ujarnya.

Di sisi lain, Muhammad Zulkarnain, warga Pasir Puteh lainnya, mengatakan bahwa daerahnya sudah terisolasi akibat banjir. Namun, ia merasa beruntung karena telah menerima bantuan dari beberapa pihak. 

“Tentu saja saya takut. Untungnya kami sudah menerima beberapa bantuan dari LSM, mereka memberikan kami pasokan makanan, seperti biskuit, mie instan, dan telur,” ucapnya.

Pemerintah dan berbagai organisasi terus berupaya memberikan bantuan kepada para pengungsi. Namun, tantangan logistik dan cuaca yang tidak menentu membuat proses penyaluran bantuan menjadi lebih sulit. Diharapkan, dengan kerjasama semua pihak, situasi ini dapat segera teratasi dan para pengungsi dapat kembali ke rumah mereka dengan aman.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *