Massa Pendukung Paslon Bupati Jeneponto Mengepung Kantor Kecamatan Kelara: Desakan Penghentian Rekapitulasiy

Redaksi RuangInfo

Para pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kecamatan Kelara. Mereka menuntut agar proses rekapitulasi suara Pilkada 2024 dihentikan. Massa merasa bahwa penghitungan suara yang sedang berlangsung merugikan pasangan calon yang mereka dukung.

“Iya masih (ada massa). Masih sebatas tuntutan untuk menghentikan perekapan,” ujar Plt Humas Polres Jeneponto. Pernyataan ini menegaskan bahwa massa masih bertahan di lokasi dengan tuntutan yang sama.

Ketika massa berkumpul di sekitar kantor Kecamatan Kelara, Ketua KPU Jeneponto, Asming Syarif, tiba di lokasi. Kehadirannya hampir membuatnya dikepung oleh massa pendukung paslon yang merasa dirugikan. Namun, petugas kepolisian segera mengamankannya ke dalam kantor Camat Kelara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Iptu Uji Mughni membantah kabar bahwa Ketua KPU Jeneponto nyaris diamuk oleh massa pendukung paslon Bupati dan Wakil Bupati.

 “Tidak ada itu, saya di lokasi,” tegasnya, memastikan bahwa situasi tetap terkendali meskipun ada kerumunan massa.

Meskipun ada aksi protes, proses rekapitulasi suara tetap berjalan dengan pengawalan ketat dari petugas kepolisian yang bersenjata lengkap. 

“Tetap berjalan, untuk sementara istirahat untuk sholat,” tambah Uji, menunjukkan bahwa kegiatan rekapitulasi hanya berhenti sejenak untuk memberikan waktu bagi petugas dan peserta untuk beribadah.

Kehadiran massa pendukung paslon di kantor Kecamatan Kelara dipicu oleh laporan warga yang mendapati seorang petugas KPPS TPS 02, Kelurahan Tolo’ Kota, Kecamatan Kelara, mendatangi daftar kehadiran lebih dari seratus wajib pilih. Hal ini menimbulkan kecurigaan dan ketidakpuasan di kalangan pendukung paslon, yang kemudian memicu aksi protes di kantor kecamatan.

Situasi di Kecamatan Kelara masih tegang dengan kehadiran massa pendukung paslon yang menuntut penghentian rekapitulasi suara. Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa proses tetap berjalan dengan pengamanan ketat. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai insiden kekerasan, dan pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *