Bencana banjir dan tanah longsor kembali menghantam Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menimbulkan kerusakan hebat di enam kecamatan. Selain merendam hunian warga, bencana ini juga mengakibatkan jalan provinsi amblas dan terputus total, memutus akses transportasi di beberapa area.
Menurut Yuskardi, Kepala Badan Pelaksana BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, enam kecamatan yang terkena dampak bencana ini meliputi Kecamatan Koto XI Tarusan, yang berbatasan langsung dengan Kota Padang, hingga Kecamatan Lengayang.
“Ada enam kecamatan yang dilanda banjir. Selain banjir, angin kencang juga menyebabkan pohon-pohon tumbang,” ungkap Yuskardi kepada
Yuskardi merinci bahwa kecamatan yang terdampak adalah Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Sutera, dan Lengayang. Banjir ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (1/12) malam, menyebabkan air merendam pemukiman warga hingga mencapai ketinggian lebih dari satu meter.
“Saat ini, tim kami sedang berada di lapangan untuk membantu warga melakukan evakuasi,” tambah Yuskardi.
Selain merendam rumah-rumah warga, bencana ini juga menyebabkan jalan provinsi amblas di beberapa bagian, terutama di Nagari Koto Nan Tigo Utara Surantih, Kecamatan Sutera.
Jalan provinsi yang terputus ini menghubungkan antar-nagari, yaitu dari Nagari Koto Nan Tigo Utara menuju Nagari Ganting Mudiak Utara dan Ganting Mudiak Selatan.
“Ada lebih dari 1000 kepala keluarga yang tinggal di tiga nagari tersebut. Saat ini, warga terpaksa menempuh jalan alternatif lain yang tentunya lebih jauh,” jelas Yuskardi.
BPBD masih melakukan pendataan lengkap terkait dampak yang ditimbulkan oleh bencana ini. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil. Dengan situasi yang belum sepenuhnya pulih, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk menghindari risiko lebih lanjut.





