Gus Ipul, yang dikenal sebagai Menteri Sosial dan akrab disapa dengan nama panggilan tersebut, menyatakan dukungannya terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam inisiatif pembagian sembako yang menggunakan tas biru bertuliskan ‘Bantuan Wapres Gibran’. Dalam pernyataannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin (2/12), Gus Ipul menegaskan bahwa tidak ada yang perlu dipermasalahkan dari langkah tersebut.
“Menurut saya, tidak ada yang salah. Semua orang akan menyadari bahwa ini adalah program dari pemerintah atau mungkin dari pihak swasta,” ujar Gus Ipul dengan penuh keyakinan.
Sebagai Sekretaris Jenderal PBNU, Gus Ipul menilai bahwa tas biru yang menjadi sorotan di media sosial tidak perlu menjadi bahan perdebatan. Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah manfaat yang diberikan kepada masyarakat luas.
“Yang utama adalah manfaatnya. Manfaat bagi masyarakat adalah yang paling penting,” tambahnya.
Tas biru bertuliskan ‘Bantuan Wapres Gibran’ tersebut berisi bantuan untuk korban banjir di Jakarta. Gibran membagikan tas tersebut saat meninjau lokasi banjir di Jakarta Timur pada Kamis (28/11) lalu. Dalam kunjungannya, Gibran melihat langsung kondisi warga yang terdampak banjir.
Gibran memulai kunjungannya di permukiman warga di Jalan Kebon Pala I, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Kawasan ini sempat terendam banjir hingga ketinggian 2,5 meter akibat luapan Sungai Ciliwung pada Rabu (27/11) lalu. Setelah itu, Gibran melanjutkan kunjungannya ke lokasi pengungsian warga di SDN 01 Kebon Pala, di mana ia membagikan paket bantuan sembako yang berisi beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya.
Setelah menyelesaikan peninjauan di Kampung Melayu, Gibran melanjutkan perjalanannya ke Bidara Cina, Cawang, yang juga mengalami banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Aksi sosial ini menunjukkan kepedulian Gibran terhadap masyarakat yang terdampak bencana, dan dukungan dari Gus Ipul menegaskan pentingnya manfaat dari bantuan tersebut bagi masyarakat.





