Pada pagi hari Selasa, 3 Desember, Istana Negara di Jakarta Pusat menjadi saksi bisu pertemuan penting antara Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pengusaha terkemuka dari Amerika Serikat. Para pengusaha ini telah tiba lebih awal, menanti kedatangan Presiden Prabowo. Di antara mereka yang hadir adalah Carole Gall, Presiden Exxon Mobil Indonesia, dan Garrick Thompson, Managing Director FedEx Express Indonesia, serta beberapa pengusaha lainnya dari Amerika Serikat.
Presiden Prabowo tiba di Istana Negara sekitar pukul 10.05 WIB, mengenakan setelan jas abu-abu dan dasi biru. Setibanya di lokasi, Prabowo menyempatkan diri untuk menyalami para pengusaha yang telah menunggu di dalam Istana. Suasana hangat dan akrab terlihat saat Prabowo berbincang singkat dengan mereka sambil menikmati brunch yang telah disiapkan.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh beberapa pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, serta Hashim Djojohadikusumo. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan pentingnya pertemuan tersebut dalam konteks hubungan ekonomi dan investasi antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Sebelum pertemuan ini, Presiden Prabowo telah melakukan kunjungan ke Gedung Putih, Washington DC, untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, pada 12 November lalu. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian lawatan kenegaraan Prabowo, yang juga mencakup kunjungan ke China pada 8-10 November. Ini adalah kunjungan kenegaraan pertama Prabowo setelah dilantik sebagai presiden, menandai langkah awal dalam memperkuat hubungan internasional Indonesia.
Pertemuan dengan para pengusaha Amerika ini diharapkan dapat membuka peluang investasi baru dan memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara. Diskusi yang berlangsung kemungkinan besar mencakup berbagai isu strategis, termasuk investasi di sektor energi, logistik, dan infrastruktur, yang menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pertemuan ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk mantan Dirjen Pajak yang mendesak Presiden Prabowo untuk membatalkan rencana penerapan PPN 12 persen. Selain itu, isu pembentukan Kementerian Penerimaan Negara juga menjadi topik hangat yang belum dibahas secara resmi oleh Istana.
Presiden Prabowo sendiri menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia tidak akan mengimpor beras pada tahun 2025, menunjukkan optimisme terhadap kemandirian pangan nasional. Sementara itu, Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa Anggito Abimanyu akan memimpin Kementerian Penerimaan Negara yang baru dibentuk, dengan peran sementara sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan pengusaha Amerika di Istana Negara menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral dan membuka peluang investasi baru. Dengan dukungan dari pejabat tinggi negara, pertemuan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.





