Dalam rentang waktu sebulan terakhir, serangkaian aksi kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian telah mencuat di berbagai daerah, menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat. Salah satu insiden yang mencuat adalah penembakan di Solok Selatan, di mana Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Riyanto Ulil Anshar, menjadi korban. Ia ditembak oleh rekannya sendiri, Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar, pada Jumat (22/11) dini hari. Insiden ini diduga terkait dengan pengusutan kasus tambang ilegal galian C yang sedang ditangani oleh korban. Dadang, yang tidak sepakat dengan razia yang dilakukan, kini telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan. Ia juga telah dipecat dari kepolisian melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).
Dua hari setelah insiden di Solok Selatan, kasus serupa terjadi di Semarang. Seorang siswa SMK berinisial GRO (17) tewas ditembak oleh anggota Polrestabes Semarang, Aipda Robig. Penembakan ini terjadi saat Robig berusaha membubarkan tawuran antar geng. Namun, keterangan berbeda muncul dari Kabid Propam Polda Jawa Tengah, Kombes Aris Supriyono, yang menyatakan bahwa penembakan tersebut tidak terkait dengan pembubaran tawuran. Menurutnya, insiden terjadi saat Robig mengejar kendaraan yang diduga melanggar, yang kemudian berujung pada penembakan.
Kasus kekerasan lainnya terjadi di Bogor, di mana Aipda Nikson Pangaribuan alias Ucok diduga menganiaya ibu kandungnya hingga tewas. Insiden ini terjadi di Cileungsi, Bogor, pada Minggu (1/12) malam. Ucok diduga memukul ibunya dengan tabung gas setelah terlibat cekcok. Setelah kejadian, Ucok melarikan diri, sementara sang ibu sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia. Bid Propam Polda Metro Jaya kini tengah menyelidiki dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ucok, yang diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa.
Kasus penembakan lainnya terjadi di Lampung, di mana seorang pria bernama Romadon ditembak mati oleh anggota Polda Lampung di depan anak dan istrinya. Insiden ini terjadi di Desa Batu Badak, Marga Sekampung, Lampung Timur. Romadon dituduh terlibat dalam pencurian sepeda motor, meskipun saat penembakan terjadi, ia tidak dalam posisi melawan dan tengah memperbaiki sandal bersama anaknya. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, menyatakan bahwa anggota yang terlibat kini telah diperiksa oleh Bidpropam Polda Lampung dan akan menjalani sidang kode etik.
Empat kasus kekerasan yang melibatkan anggota kepolisian ini menyoroti perlunya evaluasi dan penegakan disiplin yang lebih ketat di tubuh Polri. Tindakan tegas terhadap pelanggaran kode etik diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang, serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.





