Evaluasi Kapolrestabes Semarang: Tuntutan Nasir Djamil dalam Kasus Penembakan Siswa SMK

Redaksi RuangInfo

Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil, mendesak evaluasi terhadap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, terkait insiden penembakan yang merenggut nyawa siswa SMK Semarang, Gamma Rizkynata Oktafandy. Nasir menekankan urgensi sidang etik dan disiplin bagi Anwar, mengingat tanggung jawab pimpinan atas tindakan bawahannya. 

“Menurut saya pimpinan ini juga harus disidang etik dan disiplin. Karena sebagai pimpinan dia gagal menertibkan anggotanya,” ujar Nasir.

Selain sidang etik, Nasir juga mengusulkan agar Anwar dimutasi dari jabatannya. Langkah ini dianggap penting untuk memastikan bahwa bukan hanya bawahan yang menanggung akibat dari kasus tersebut. Nasir menyoroti pernyataan awal Anwar yang berbeda terkait insiden ini. 

“Kemudian ya dia dimutasi. Itu penting supaya jangan yang korban itu hanya bawahan, atasannya anteng-anteng aja,” tegas Nasir.

Dalam kasus ini, Aipda Robig Zainudin telah dijatuhi vonis Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) pada sidang etik. Pada hari yang sama, penyidik Polda Jateng menetapkan Aipda Robig sebagai tersangka penembakan. 

“Kemarin sudah naik ditetapkan statusnya sebagai tersangka,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto.

Penembakan terjadi di Jalan Candi Penataran, Semarang dini hari WIB. Peluru mengenai tiga siswa SMK, termasuk Gamma yang meninggal akibat luka di pinggang. Sebelumnya, Kapolrestabes Irwan menyatakan bahwa Aipda Robig menembak untuk melerai tawuran, namun klaim ini dibantah oleh keluarga Gamma dan hasil pemeriksaan Propam Polda Jateng.

Dalam rapat dengan Komisi III DPR, Irwan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Gamma dan masyarakat Semarang. Ia menyatakan kesiapannya untuk dievaluasi dan menerima konsekuensi dari peristiwa ini. 

“Sepenuhnya saya siap bertanggung jawab, saya siap dievaluasi,” ujar Irwan.

Kasus penembakan siswa SMK di Semarang ini menyoroti pentingnya tanggung jawab pimpinan dalam mengawasi tindakan bawahannya. Desakan evaluasi dan mutasi jabatan Kapolrestabes Semarang diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Masyarakat dan pihak berwenang diimbau untuk terus memantau perkembangan kasus ini demi keadilan bagi korban dan keluarganya.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *