Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan halaman Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.
“Besok hari Kamis sesudah Salat Asar, Bapak Presiden Prabowo akan meresmikan tunnel Istiqlal-Katedral,” ungkap Nasaruddin dalam keterangannya.
Nasaruddin menjelaskan bahwa terowongan ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur lalu lintas antara dua rumah ibadah tersebut, tetapi juga mempermudah akses bagi masyarakat yang ingin melakukan wisata religi di kedua bangunan bersejarah ini. Selain itu, terowongan ini dirancang sebagai ruang untuk interaksi lintas agama, menciptakan kesempatan bagi umat beragama untuk saling berinteraksi dan mempererat kerukunan.
“Selama ini kita belum buka secara umum karena memang belum diresmikan. Insya Allah pascaperesmian nanti semua masyarakat bisa mengakses terowongan itu,” tambah Nasaruddin.
Imam Besar Masjid Istiqlal ini berharap masyarakat dapat lebih mudah mengakses kedua rumah ibadah, baik untuk kegiatan ibadah maupun wisata religi.
Pembangunan Terowongan Silaturahmi dimulai pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pada tahun 2020. Usulan pembangunan terowongan ini muncul di tengah proyek renovasi Masjid Istiqlal. Meskipun pembangunan telah selesai sejak 2021, terowongan ini belum dioperasikan hingga saat ini.
Terowongan ini memiliki panjang 32 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 8 meter, dengan anggaran awal sebesar Rp40 miliar sebagai bagian dari dana renovasi Istiqlal. Terowongan ini sempat menjadi sorotan ketika dikunjungi oleh Paus Fransiskus pada awal September lalu. Paus mengungkapkan kekagumannya terhadap ide terowongan ini dan berharap terowongan tersebut dapat menjadi tempat berdialog dan berjumpa dengan semangat kerukunan dan persahabatan.
Dengan peresmian terowongan ini, diharapkan dapat tercipta ruang yang lebih inklusif dan harmonis bagi umat beragama di Indonesia. Terowongan Silaturahmi diharapkan menjadi simbol kerukunan dan persatuan, serta mendorong dialog antarumat beragama. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan fasilitas ini dengan bijak dan menjadikannya sebagai sarana untuk mempererat hubungan antarumat beragama.
Peresmian Terowongan Silaturahmi ini menandai langkah penting dalam upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih damai dan harmonis, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi dan saling menghormati di antara umat beragama.





