Warga Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menjadi korban kebakaran, kini diliputi keresahan terkait rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk merelokasi mereka ke rumah susun (rusun) di Jakarta. Harapan utama warga adalah dapat segera kembali ke rumah mereka yang telah hangus dilalap api.
Supaeni, salah satu warga RT 009, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai rencana relokasi tersebut.
“Enggak tahu, baru pendataan aja,” ujarnya saat ditemui di posko pengungsian SDN 09 Kebon Kosong. Menurutnya, petugas baru melakukan pendataan penduduk yang terdampak, namun belum memberikan informasi lebih lanjut. Supaeni berharap agar pemerintah dapat segera memberikan bantuan sehingga ia bisa kembali tinggal di rumahnya.
“Ya pinginnya pokoknya bisa dibantu pemerintah, bisa tinggal di rumah lagi,” tambahnya.
Kebakaran yang melanda permukiman tersebut memaksa Supaeni untuk berhenti berjualan di kantin sekolah, yang merupakan sumber penghasilannya. Selain itu, ia juga khawatir karena putranya tidak dapat belajar dan mengikuti kegiatan sekolah seperti biasanya. Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh Naning, pengungsi lain di posko tersebut.
“Jadi enggak bisa sekolah, ya di sini aja,” kata Naning.
Naning mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi begitu cepat sehingga ia hanya mampu menyelamatkan barang seadanya, seperti pakaian dan ponsel. Meski keluarganya selamat, ia merasa relokasi ke rusun terlalu jauh dan menyulitkan.
“Kalau seumpama dipindah ke rusun, kan jauh ya,” tuturnya.
Namun, ia mengakui bahwa bantuan primer seperti makanan, air, selimut, dan pakaian sudah cukup tersedia di posko pengungsian.
Saat ini, ratusan warga masih bertahan di posko pengungsian yang terletak di SDN 09 Kebon Kosong, Masjid Al Ihsan RT02 RW05, dan Lapangan Jusuf Hamka. Beberapa warga memilih mengungsi ke rumah keluarga terdekat yang tidak terdampak kebakaran, namun tetap mengunjungi posko untuk mendapatkan informasi bantuan. Posko ramai dengan warga sekitar yang mengunjungi kerabat atau sanak saudara yang menjadi korban kebakaran. Petugas posko, banser, dan PMI juga masih berjaga di sekitar area posko.
Lembaga-lembaga sosial dan warga dari wilayah lain terus berdatangan untuk memberikan bantuan berupa beras hingga pakaian. Beberapa anak sekolah bahkan turut membantu mengangkut kardus dan karung berisi barang bantuan bagi korban kebakaran. Di dalam posko, terlihat anak-anak bermain dan para ibu memandikan anak-anak mereka.
Permukiman di Jalan Kebon Kosong RW 04, yang dilalap api pada Selasa (11/11), kini hanya menyisakan puing-puing. Warga saling bergotong royong mengangkut barang-barang yang masih bisa diselamatkan dan membersihkan sisa-sisa kebakaran. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan pemindahan pengungsi ke rusun di Jakarta. Penjabat Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi, menyatakan bahwa keputusan tersebut masih dalam tahap pertimbangan.
“Sebagian ada yang menjawab langsung setuju, sebagian masih diam, tapi ini kan masih dalam artian belum keputusan ya,” ujarnya di Posko Pengungsian SDN 09 Kebon Kosong.
Kebakaran di Kebon Kosong telah meninggalkan dampak yang mendalam bagi warga. Meskipun ada wacana relokasi ke rusun, banyak warga yang berharap dapat segera kembali ke rumah mereka. Keputusan akhir dari Pemprov DKI Jakarta sangat dinantikan, sementara bantuan terus mengalir untuk meringankan beban para korban.





