Banjir Rob Menghantam Jakarta: Sembilan RT dan Satu Jalan Tergenang

Redaksi RuangInfo

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menginformasikan bahwa banjir rob telah merendam sembilan Rukun Tetangga (RT) dan satu ruas jalan di Jakarta pada Senin pagi (16/12). Berdasarkan laporan BPBD, genangan air saat ini melanda 9 RT, yang merupakan 0,029 persen dari total 30.772 RT di wilayah DKI Jakarta, serta satu ruas jalan.

Dari sembilan RT yang terdampak, tiga di antaranya berada di Kelurahan Marunda, Jakarta Utara, dengan ketinggian air berkisar antara 15 hingga 25 cm. Sementara itu, enam RT lainnya berada di Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, dengan ketinggian air mencapai 40 cm. BPBD melaporkan bahwa tidak ada warga yang mengungsi akibat banjir rob ini.

Jalan yang tergenang adalah Jalan RE Martadinata, tepatnya di depan Jakarta International Stadium (JIS), Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara. BPBD telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk menyedot genangan dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik.

Genangan di sejumlah RT dan ruas jalan tersebut ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat. Banjir rob di beberapa wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu ini telah terjadi sejak sepekan terakhir. Fenomena ini disebabkan oleh pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase bulan baru, yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum dan menyebabkan banjir pesisir (rob) di wilayah pesisir utara Jakarta.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan yang mungkin terjadi. Masyarakat diharapkan untuk selalu memantau informasi terkini dari pihak berwenang dan segera mengambil tindakan pencegahan jika diperlukan.

Dengan adanya koordinasi yang baik antara BPBD dan dinas terkait, diharapkan genangan air dapat segera surut dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Banjir rob ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, terutama di daerah-daerah yang rawan banjir. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan dampak dari bencana serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *