Film perwakilan Indonesia, “Women from Rote Island,” tidak berhasil menembus daftar calon nominasi Oscar 2025. Hal ini terungkap setelah The Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) merilis daftar pendek calon nominasi Oscar ke-97 pada Selasa (17/12) sore waktu Los Angeles, atau Rabu (18/12) pagi waktu Indonesia. Dalam daftar tersebut, karya Jeremias Nyangoen ini tidak termasuk dalam 15 film yang bersaing di kategori Best International Feature Film, yang sebelumnya dikenal sebagai Best Foreign Language Film.
Tahun ini, The Academy menerima pengajuan dari 85 negara yang memenuhi syarat untuk kategori tersebut, sedikit berkurang dari tahun sebelumnya. Dari 85 film yang diajukan, Komite International Feature Film menyeleksi hingga menghasilkan daftar pendek berisi 15 film. Daftar ini didominasi oleh negara-negara Eropa seperti Republik Ceko, Denmark, Prancis, Jerman, Islandia, Irlandia, dan Italia. Dari Asia, hanya Palestina dan Thailand yang berhasil masuk untuk pertama kalinya.
“Women from Rote Island” yang menjadi wakil Indonesia di Oscar 2025, meskipun telah berkeliling di berbagai festival film internasional dan mendapat dukungan dari berbagai petinggi negara, tetap tidak berhasil masuk daftar tersebut. Beberapa festival yang diikuti antara lain Busan International Film Festival 2023, Asian Film Festival Barcelona 2023, dan QCinema International Film Festival 2023 di Filipina.
Kegagalan ini menambah panjang daftar Indonesia yang belum pernah masuk daftar pendek sejak pertama kali mengirim kandidat pada 1987. Hingga kini, Indonesia telah 26 kali mengajukan film lokal ke ajang Academy Awards. Beberapa film yang pernah diajukan antara lain “Perempuan Tanah Jahanam” karya Joko Anwar pada 2020, “Yuni” karya Kamila Andini pada 2021, “Ngeri-Ngeri Sedap” karya Bene Dion pada 2022, dan “Autobiography” karya Makbul Mubarak pada 2023.
Film “Women from Rote Island” mengisahkan tentang satu keluarga di Rote, Nusa Tenggara Timur, yang berduka. Orpa (diperankan oleh Merlinda Dessy Adoe) menjadi ibu tunggal dari tiga anak perempuan setelah suaminya, Abram, meninggal dunia. Kepergian Abram membuat anak sulung Orpa, Martha (Irma Novita Rihi), pulang setelah menjadi TKI di Malaysia. Namun, Martha kembali dengan kondisi menyedihkan karena menjadi korban kekerasan seksual, baik di Malaysia maupun di kampung halamannya. Orpa dan keluarganya juga menghadapi diskriminasi, sehingga harus berjuang mencari keadilan.
Nominasi Oscar 2025 akan diumumkan pada 17 Januari 2025 waktu Los Angeles, sementara malam puncak Oscar 2025 akan digelar pada 3 Maret 2025. Meskipun “Women from Rote Island” tidak berhasil masuk nominasi, perjuangan dan dedikasi para sineas Indonesia dalam mengangkat cerita lokal ke kancah internasional patut diapresiasi. Tantangan ke depan adalah terus meningkatkan kualitas produksi dan cerita agar dapat bersaing di ajang bergengsi seperti Oscar. Harapannya, suatu saat nanti, film Indonesia dapat meraih pengakuan di panggung dunia.





