Penyanyi kenamaan Reza Artamevia baru-baru ini mengajukan pengaduan ke DPR terkait dugaan penipuan berlian yang menimpanya. Didampingi oleh kuasa hukumnya, Ratna Dewi, Reza memaparkan kronologi kasus tersebut di hadapan Komisi III DPR RI. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Habiburokhman.
Reza memulai penjelasannya dengan menceritakan perkenalan awalnya dengan individu berinisial IM dan suaminya. Pelantun lagu “Berharap Tak Berpisah” ini mengungkapkan kekhawatirannya karena harus berhadapan dengan pihak yang memiliki pengaruh besar.
“Jujur saja, kami sangat khawatir karena kami orang kecil. Sementara lawan kami ini orang yang luar biasa, punya kemampuan dan power. Kami khawatir mereka akan melakukan segala upaya di kepolisian juga,” ungkap Reza seperti dilaporkan oleh detikHot.
Kasus ini bermula dari ide bisnis jual beli berlian dengan IM, di mana suami IM disebut memiliki toko berlian di Malaysia. Reza, yang saat itu memerlukan dana, mengajukan pinjaman kepada suami IM dengan jaminan berlian. Transaksi tersebut dilakukan sebanyak tiga kali, dengan penyerahan sembilan berlian senilai Rp150 miliar kepada pihak IM.
Namun, dana yang diterima Reza baru mencapai Rp20,5 miliar, sementara sisanya sebesar Rp28,7 miliar belum dikirim. Karena sudah melewati jatuh tempo, Reza meminta agar berlian tersebut dikembalikan, dan pihak IM setuju. Namun, saat pertemuan untuk pengembalian, pihak IM mengklaim bahwa berlian tersebut adalah berlian sintetis.
Sebelumnya, Reza telah melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri pada 6 November 2024. Dalam rapat dengar pendapat di DPR, Habiburokhman membacakan kesimpulan yang meminta Biro Wassidik Polri untuk mengadakan gelar perkara khusus. Komisi III merekomendasikan agar kasus ini ditangani oleh Bareskrim Polri.
“Kasus sebesar ini sebaiknya dilimpahkan kepada Mabes Polri. Kami di Komisi III tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang berlaku, namun kami bisa melakukan atensi terhadap kasus ini,” ujar Habiburokhman.
Kasus dugaan penipuan berlian yang melibatkan Reza Artamevia ini menjadi perhatian publik dan menyoroti pentingnya transparansi serta keadilan dalam penanganan kasus hukum. Dengan adanya perhatian dari DPR, diharapkan kasus ini dapat diselesaikan dengan adil dan transparan, memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Reza dan tim hukumnya berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang memuaskan.





