Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengumumkan rencana penghapusan layanan TransJakarta koridor 1 yang menghubungkan Blok M dan Kota. Langkah ini akan diambil setelah jalur MRT dari Lebak Bulus hingga Kota tersambung sepenuhnya. Tujuan utama dari penghapusan ini adalah untuk mengurangi tumpang-tindih layanan transportasi di ibu kota.
Syafrin menjelaskan bahwa rencana ini sudah termasuk dalam rencana induk transportasi Jakarta.
“Terkait dengan perencanaan untuk tumpang-tindih layanan memang sudah masuk juga dalam rencana induk transportasi Jakarta bahwa contohnya untuk MRT Lebak Bulus sampai dengan Kota terbangun,” ujarnya seperti dikutip dari detikcom.
Syafrin juga menambahkan bahwa bus yang biasanya melayani koridor tersebut dapat dialihkan ke koridor lain yang lebih membutuhkan.
“Nanti unit busnya akan dialihkan untuk mengisi kekosongan layanan lainnya. Demikian pula halnya dengan layanan yang nantinya akan berhimpitan dengan angkutan rel,” jelasnya.
Rencana ini juga mencakup penghapusan koridor lain yang berhimpitan dengan angkutan berbasis rel, yang akan dibahas lebih lanjut.
Kepala Departemen CSR dan Humas TransJakarta, Ayu Wardhani, menegaskan bahwa pihaknya tetap memperhatikan masukan dari pelanggan. Menurutnya, pengoperasian TransJakarta merupakan kebijakan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Pengoperasian transportasi publik di Jakarta, merupakan kebijakan pemerintah Provinsi. Tentunya kami tetap memperhatikan beberapa masukan dan saran para stakeholder, diantaranya adalah para pelanggan TransJakarta yang setiap hari menggunakan layanan,” kata Ayu.
Koridor 1 TransJakarta Blok M-Kota telah beroperasi sejak tahun 2004 dan menjadi salah satu jalur andalan bagi warga ibu kota. Jalur ini melayani kawasan Sudirman-Thamrin yang merupakan pusat perkantoran dan ekonomi Jakarta. Selama bertahun-tahun, koridor ini telah menjadi tulang punggung transportasi bagi banyak penduduk yang beraktivitas di pusat kota.
Saat ini, MRT Jakarta baru tersambung dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI. Proyek perpanjangan jalur MRT dari Bundaran HI hingga Kota masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan selesai pada tahun 2029. Dengan tersambungnya jalur MRT ini, diharapkan dapat mengurangi beban transportasi di koridor 1 TransJakarta dan meningkatkan efisiensi layanan transportasi publik di Jakarta.
Rencana penghapusan koridor 1 TransJakarta merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi tumpang-tindih layanan transportasi di Jakarta. Dengan tersambungnya MRT Lebak Bulus-Kota, diharapkan dapat memberikan alternatif transportasi yang lebih baik bagi masyarakat. Namun, penting bagi pemerintah untuk terus mendengarkan masukan dari masyarakat dan memastikan bahwa perubahan ini tidak mengganggu mobilitas warga yang telah mengandalkan layanan TransJakarta selama bertahun-tahun.





