Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo menggelar aksi cap jempol darah sebagai bentuk dukungan kepada Megawati Soekarnoputri untuk melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum. Aksi ini berlangsung pada hari Jumat (10/1) di halaman DPC PDIP Kota Solo, Jalan Hasanudin no 26, Purwosari, Laweyan, Solo. Sebelum aksi dimulai, para kader PDIP dijadwalkan mengikuti perayaan HUT ke-52 partai secara virtual.
Ketua Panitia HUT ke-52 DPC PDIP Solo, Ety Isworo, menyatakan bahwa aksi cap jempol darah ini merupakan bukti loyalitas DPC PDIP Solo kepada Megawati.
“Artinya kita siap membela Bu Mega. Pejah gesang ndherek Bu Mega (hidup mati ikut Bu Mega),” ujar Ety.
Aksi ini juga digelar sebagai respons terhadap indikasi adanya pihak-pihak yang berusaha mengganggu kongres partai yang direncanakan pada April 2025 mendatang.
Ety mengungkapkan bahwa pihaknya mewaspadai gerakan-gerakan yang berpotensi mengganggu kongres partai.
“Kami-kami sebagai kader di grassroot di daerah harus punya satu sikap bahwa kami mendukung sepenuhnya Ibu Ketum mau menjabat kembali,” tegas Ety.
Ia juga menyinggung kemunculan spanduk-spanduk bernada miring tentang Megawati di Jakarta, yang diyakini sebagai serangan terencana oleh pihak tertentu.
Aksi cap jempol darah ini diperkirakan akan diikuti oleh 2-3 ribu kader PDIP di Solo. Panitia telah menyiapkan kain putih sepanjang 52 meter sebagai media bagi para kader untuk membubuhkan cap jempol darah mereka.
“52 meter itu kita menyesuaikan dengan Ulang tahun ke-52 PDIP,” jelas Ety.
Aksi cap jempol darah yang digelar oleh DPC PDIP Solo menunjukkan dukungan kuat dan loyalitas kader terhadap Megawati Soekarnoputri. Dengan partisipasi ribuan kader, aksi ini menjadi simbol solidaritas dan kesiapan PDIP Solo dalam menghadapi tantangan menjelang kongres partai. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Megawati sebagai Ketua Umum dan menjaga stabilitas internal partai.





