Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menandai hari jadinya yang ke-52 dengan perayaan sederhana di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/1). Acara ini dihadiri secara langsung oleh pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), sementara kader di daerah mengikuti secara virtual melalui Zoom.
PDIP memutuskan untuk tidak mengundang pihak luar, termasuk Presiden Prabowo Subianto, dalam peringatan HUT kali ini. Ini adalah peringatan HUT pertama yang tidak dihadiri oleh presiden atau wakil presiden. Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin pernah hadir pada tahun 2024, setelah Presiden Jokowi absen untuk pertama kalinya.
Tema yang diusung dalam peringatan HUT ke-52 ini adalah ‘Satyam Eva Jayate’, yang berarti ‘Kebenaran Pasti Menang’. Acara ini akan diisi dengan pidato dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dan dimulai pada pukul 13.30 WIB. Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP, menyatakan bahwa acara ini dilakukan dengan khidmat, penuh semangat nasionalisme dan patriotisme, serta menampilkan wajah kebudayaan yang kuat.
Hasto mengungkapkan bahwa peringatan HUT ke-52 ini menjadi agenda penting untuk mengorganisir kekuatan rakyat agar semakin kokoh. Meskipun dilakukan secara sederhana, acara ini tetap menampilkan wajah kebudayaan yang menjadi ciri khas PDIP.
“Dilakukan secara sederhana, khidmat, penuh semangat nasionalisme, patriotisme, dan mengakar kuat di dalam sejarah perjuangan bangsa serta wajah kebudayaan yang terus ditampilkan oleh PDI Perjuangan,” ujar Hasto.
Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, memastikan bahwa peringatan HUT kali ini tidak akan terganggu meskipun bersamaan dengan kasus hukum yang menjerat Hasto. Said menegaskan bahwa proses hukum yang dilakukan oleh KPK harus dihormati dan tidak dikaitkan dengan agenda penting partai, termasuk HUT atau Kongres.
“Jangan kemudian, wah ini kebetulan momentumnya HUT partai, padahal sebelum HUT partai juga sudah dipanggil,” ucap Said di kompleks parlemen.
Peringatan HUT ke-52 PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, menjadi momen refleksi bagi partai untuk meneguhkan semangat nasionalisme dan kebudayaan. Dengan tema ‘Satyam Eva Jayate’, acara ini diharapkan dapat memperkuat posisi PDIP dalam mengorganisir kekuatan rakyat dan menjaga stabilitas internal partai. Meskipun dihadapkan pada tantangan hukum, PDIP berkomitmen untuk tetap fokus pada agenda penting partai dan menjaga keharmonisan di tengah dinamika politik yang ada.





