Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, diterjang banjir akibat hujan deras yang mengguyur dengan intensitas tinggi. Bencana ini melanda tiga desa, mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur dan lahan pertanian. Salah satu jembatan penghubung antar desa di Dusun Gindopo, Desa Kayulompa, runtuh terseret arus sungai yang meluap.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli, Abdullah Haruna, dalam pernyataan tertulisnya pada Minggu (2/2), menjelaskan bahwa banjir ini merusak sejumlah lahan pertanian dan merendam rumah warga.
“Dampak banjir ini merusak sejumlah lahan pertanian, merendam rumah warga dan menghanyutkan satu jembatan penghubung antar di Dusun Gindopo, Desa Kayulompa,” ungkap Abdullah.
Banjir dengan ketinggian air mencapai 50-70 sentimeter juga menyebabkan terputusnya Jalur Trans Sulawesi di Desa Kayulompa. Abdullah menambahkan, “Jalur trans Sulawesi tidak dapat dilalui semua jenis kendaraan baik roda dua maupun empat, akibat ketinggian air mencapai 50-70 cm.” Kondisi ini mengakibatkan terganggunya mobilitas dan akses transportasi di wilayah tersebut.
Selain itu, di Dusun Lugus dan Dusun Gindopo, Desa Kayulompa, jembatan penghubung antar desa hanyut terbawa arus banjir. Kerusakan ini semakin memperparah kondisi infrastruktur di daerah tersebut, memutus akses antar desa yang sangat vital bagi aktivitas sehari-hari warga.
Di Dusun Sempinit dan Dusun Harapan, Desa Ogosipat, serta Dusun Patabakoan, Desa Kongkomos, air merendam rumah warga dan merusak ladang milik warga. Abdullah menjelaskan bahwa banjir ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengancam mata pencaharian warga yang bergantung pada hasil pertanian.
Meski demikian, Abdullah menyatakan bahwa kondisi banjir yang merendam rumah warga mulai surut. Saat ini, tim BPBD masih melakukan pendataan dan asesmen untuk mengetahui jumlah warga terdampak banjir. “Dalam bencana ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan air sudah surut. Kita juga masih terus memantau kondisi di lokasi banjir,” kata Abdullah.
BPBD Tolitoli terus berupaya melakukan penanganan dan pemulihan pasca banjir. Tim gabungan dikerahkan untuk membantu evakuasi warga dan membersihkan sisa-sisa banjir. Selain itu, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, termasuk jembatan dan jalan yang terputus.
Banjir yang melanda Kabupaten Tolitoli menimbulkan tantangan besar dalam pemulihan infrastruktur dan kehidupan warga. Dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lancar dan cepat, sehingga aktivitas warga dapat kembali normal. Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.





