Pemerintah Meksiko telah mengonfirmasi bahwa semua penumpang dalam pesawat jet medis Jet Rescue Air Ambulance yang mengalami kecelakaan di Philadelphia pada Jumat malam (31/1) adalah warga negara Meksiko. Pernyataan ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Meksiko setelah mendapatkan informasi dari perusahaan Jet Rescue Air.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Meksiko menyatakan,
“Perusahaan penerbangan telah mengonfirmasi kepada konsulat bahwa enam orang berkewarganegaraan Meksiko berada dalam penerbangan tersebut.”
Jet Rescue Air Ambulance mengalami kecelakaan pada pukul 18.30 waktu setempat. Video yang beredar menunjukkan pesawat jatuh di dekat pusat perbelanjaan dengan kobaran api dan asap hitam yang membumbung tinggi. Pesawat tersebut mengangkut enam penumpang, yaitu pilot, kopilot, dokter, paramedis, pasien, dan pengawal pasien.
Juru bicara Jet Rescue Air Ambulance, Shai Gold, menjelaskan bahwa pesawat tersebut mengangkut seorang pasien perempuan muda dari Philadelphia, tempat dia dirawat, untuk kembali ke rumahnya di Meksiko. Gold menambahkan bahwa pesawat berencana singgah di Missouri untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandara Internasional Tijuana.
Menurut data dari ADS-B Exchange, pesawat mencapai ketinggian 1.650 kaki tak lama setelah lepas landas sebelum mengalami penurunan drastis dengan kecepatan 11.000 kaki per menit. Saat pengontrol lalu lintas udara mencoba menghubungi pesawat, terdengar panggilan darurat di LiveATC.net,
“Layanan medis medis medis, menara timur laut. Layanan medis medis medis, menara timur laut. Apakah Anda berada di frekuensi?” Namun, lebih dari semenit kemudian, petugas kontrol lalu lintas udara menyatakan bahwa mereka kehilangan kontak dengan pesawat tersebut.
Shai Gold menduga bahwa seluruh penumpang tewas akibat kobaran api yang besar dalam kecelakaan tersebut.
“Kami tak punya informasi bahwa ada yang selamat dan melihat besarnya kobaran api, puing-puing pesawat, dan pemandangan kecelakaan, kami ragu ada yang selamat,” kata Gold. Gold juga menyatakan bahwa nama-nama penumpang tidak akan dirilis hingga pihak keluarga diberitahu.
Sejauh ini, belum ada informasi mengenai korban luka atau tewas di darat akibat kecelakaan ini. Wali Kota Philadelphia, Cherelle Parker, menyatakan bahwa sejumlah rumah dan kendaraan terkena dampak dari kecelakaan tersebut, namun belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai korban.
Kecelakaan jet medis ini terjadi hanya empat hari setelah insiden tabrakan antara helikopter militer AS Black Hawk dan pesawat komersial American Airlines pada 28 Januari. Tabrakan tersebut mengakibatkan total 67 penumpang dari kedua pesawat dilaporkan tewas.
Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan ini. Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan jawaban dan langkah-langkah pencegahan di masa depan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, terutama dalam operasi penerbangan medis.
Kecelakaan pesawat jet medis di Philadelphia ini menambah daftar insiden tragis dalam dunia penerbangan. Dengan penyelidikan yang sedang berlangsung, diharapkan penyebab kecelakaan dapat segera terungkap, sehingga langkah-langkah pencegahan dapat diambil untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di masa depan. Tragedi ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan keamanan dalam operasi penerbangan, baik untuk penerbangan komersial maupun medis.





