Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan keberhasilan mereka dalam merebut kembali dua desa di wilayah timur Ukraina, yakni Sudne dan Burlatsk. Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu (1/3), sebagaimana dilaporkan oleh AFP. Kedua desa tersebut terletak di sekitar Kota Velyka Novossilka, yang sebelumnya telah dikuasai oleh pasukan Rusia pada akhir Januari lalu.
Bersamaan dengan penguasaan desa-desa tersebut, pasukan angkatan udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia telah meluncurkan 154 pesawat tanpa awak pada Jumat (28/2) malam. Dari jumlah tersebut, 103 pesawat jatuh dan 51 lainnya menghilang dari radar tanpa menimbulkan kerusakan berarti. Namun, serangan ini tetap menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di pihak Ukraina.
Otoritas regional Ukraina melaporkan bahwa serangan Rusia telah menyebabkan satu orang tewas dan 19 lainnya luka-luka. Rincian korban meliputi satu orang tewas dan tiga orang luka di Odesa, 12 orang terluka di Kharkiv, dan dua orang lainnya di Kherson. Selain itu, dua orang juga dilaporkan terluka di pusat rel kereta api dan pertambangan Pokrovsk.
Invasi Rusia ke Ukraina dimulai sejak Februari 2022, dan telah menyebabkan banyak korban jiwa di kalangan warga sipil Ukraina. Konflik ini terus berlanjut dengan intensitas yang tinggi, dan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap stabilitas regional dan internasional.
Penguasaan kembali desa Sudne dan Burlatsk oleh Rusia menambah daftar panjang konflik yang terjadi di wilayah timur Ukraina. Meskipun serangan udara Rusia tidak menimbulkan kerusakan besar, korban jiwa dan luka-luka tetap menjadi perhatian utama. Situasi ini menunjukkan betapa kompleks dan berbahayanya konflik yang sedang berlangsung, serta perlunya upaya diplomasi yang lebih intensif untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan. Dukungan dari komunitas internasional sangat diperlukan untuk membantu mengakhiri konflik ini dan memulihkan stabilitas di kawasan tersebut.





