Kecamatan Ambalawi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor pada Minggu (2/2), mengakibatkan terputusnya sejumlah akses jalan dan jembatan. Bencana ini menimbulkan kerusakan infrastruktur yang parah dan mengisolasi beberapa wilayah.
Camat Ambalawi melaporkan adanya 8 hingga 9 titik longsor yang menutupi jalur Kota Bima-Ambalawi. Longsor ini terjadi mulai dari Desa Kole hingga Tolowata, serta di zona ‘Sonco Lumba’ antara Desa Rite dan Tolowata. Beberapa jembatan yang mengalami kerusakan parah antara lain Jembatan jalur Kolo, Jembatan Sapui, Jembatan Ujung Kalate yang menghubungkan Kota Bima-Ambalawi, serta Jembatan Tololai yang menghubungkan Wera-Ambalawi.
Selain memutus akses jalan, bencana ini juga mengakibatkan kerusakan pada bangunan penting. Gedung SMP dan SMA Satap Muhammadiyah Rite serta Gedung Serba Guna (GSG) Desa Tolowata mengalami kerusakan parah. Dua rumah di Desa Mawu bahkan terbawa arus banjir, menambah daftar kerugian yang dialami warga setempat.
Tim reaksi cepat dari Basarnas, BPBD, relawan, dan pihak kecamatan saat ini tengah bergerak untuk melakukan pendataan dan evakuasi korban yang terdampak. Proses ini menghadapi tantangan besar mengingat akses yang terputus dan kondisi medan yang sulit.
Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Bima, Amiruddin, menyatakan bahwa semua akses masuk ke Kecamatan Ambalawi dan Wera tertutup akibat bencana ini. Relawan yang membawa logistik bantuan dan berupaya mengevakuasi korban harus melewati jalur alternatif di Kecamatan Sape dan Wera, yang juga terputus total.
Kendaraan roda empat tidak dapat memasuki wilayah terdampak, sementara kendaraan roda dua harus menempuh jalur ekstrem yang melewati reruntuhan jalan jembatan, bebatuan, dan arus sungai. Kondisi ini menambah kesulitan dalam upaya penanganan bencana.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa material lumpur dan air dari gunung menimbun akses jalan dan jembatan di jalur menuju Tolowata dan Nipa. Ketebalan lumpur mencapai setinggi betis orang dewasa dengan panjang sekitar 12-15 meter, membuat akses semakin sulit dilalui.
Bencana banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Ambalawi telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah dan mengisolasi beberapa daerah. Upaya evakuasi dan pendataan korban terus dilakukan meskipun menghadapi berbagai kendala. Diharapkan bantuan dan penanganan lebih lanjut dapat segera dilakukan untuk memulihkan kondisi di wilayah tersebut.





