Kehadiran Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Retret Kepala Daerah Akmil Magelang

Redaksi RuangInfo

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya memutuskan untuk turut serta dalam retret kepala daerah yang berlangsung di kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada Senin (24/2). Keputusan ini diambil setelah sempat terjadi tarik ulur terkait instruksi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang meminta para kadernya untuk tidak mengikuti retret tersebut.

Pramono bergabung pada hari ketiga pelaksanaan retret yang telah dimulai sejak 21 Februari dan dijadwalkan berakhir pada 28 Februari. “Saya, Gubernur Jakarta bersama dengan Pak Wali Kota Jogja (Hasto Wardoyo) dan juga ada 17 lainnya yang bersama-sama dengan kami hari ini kita memulai untuk retret,” ungkap Pramono di lokasi acara.

Kehadiran Pramono dan rombongannya menambah daftar kepala daerah PDIP yang hadir dalam retret ini. Sehari sebelumnya, sebanyak 17 kepala daerah PDIP telah bergabung meskipun ada instruksi boikot dari Megawati. Pramono menegaskan bahwa ia akan bertanggung jawab atas keputusannya untuk hadir dan berkomitmen mengikuti retret dengan sebaik-baiknya.

“Bahwa ada hal yang perlu dipersiapkan, iya, inilah bagian proses politik yang harus ditangani bersama-sama. Dan alhamdulillah ini selesai pada sekarang ini, ya,” ujar Pramono.

Namun, tidak semua kepala daerah PDIP hadir dalam retret ini. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, mengungkapkan bahwa ada 10 kepala daerah yang belum terlihat atau belum bergabung. “Jadi, ada 10 yang masih belum bergabung yang ada di luar. Dalam catatan kami itu ada dari Bali dan Asmat,” kata Bima di Kompleks Akmil, Senin (24/2) malam.

Salah satu kepala daerah yang belum hadir adalah Gubernur Bali sekaligus politikus PDIP, I Wayan Koster. “Termasuk Pak Koster dari Bali,” tambah Bima.

Bagi kepala daerah yang tidak dapat mengikuti retret kali ini, masih ada kesempatan untuk bergabung dalam gelombang berikutnya bersama kepala daerah lain yang saat ini masih berperkara di Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, hingga malam ini, belum ada kepastian dari 10 peserta tersebut mengenai keikutsertaan mereka dalam kegiatan retret yang dijadwalkan berakhir pada 28 Februari 2025.

Hingga saat ini, belum ada respons dari DPP PDIP terkait kehadiran kepala daerah PDIP dalam retret ini. Meskipun sebelumnya mereka telah menegaskan bahwa instruksi larangan retret masih berlaku, kehadiran beberapa kepala daerah PDIP menunjukkan adanya dinamika internal yang perlu disikapi dengan bijak.

Kehadiran Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam retret kepala daerah di Akmil Magelang menandai langkah penting dalam proses politik yang sedang berlangsung. Meskipun ada instruksi boikot dari Ketua Umum PDIP, beberapa kepala daerah tetap memutuskan untuk hadir, menunjukkan komitmen mereka terhadap proses politik yang lebih besar. Dengan adanya kesempatan untuk mengikuti gelombang berikutnya, diharapkan semua kepala daerah dapat berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari retret ini.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *