Sabtu sore (8/3) menjadi saksi derasnya hujan yang mengguyur berbagai wilayah di Jawa Barat hingga Jawa Tengah, menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir yang mengintai. Erma Yulihastin, pakar klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengungkapkan melalui platform X bahwa citra radar menunjukkan hujan deras merata di berbagai daerah.
Erma menjelaskan bahwa hujan deras yang merata dan bertahan lama melanda wilayah barat Jawa, termasuk Jabodetabek, Bandung, Purwakarta, Serang, Rangkasbitung, Cianjur, Sukabumi, dan Subang. “Anggaran bencana saat ini fokuskan pada memperkuat tanggul-tanggul DAS dan memperbesar drainase,” ujar Erma, menekankan pentingnya langkah antisipasi untuk mengurangi dampak banjir.
Di Jawa Tengah, hujan deras yang awalnya terbentuk di kawasan Perhutani meluas ke berbagai wilayah lain, seperti Surakarta, Boyolali, Sragen, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Magelang. Erma juga mengingatkan warga Semarang untuk waspada, karena sistem konvektif lokal (SL) mulai terbentuk di Ungaran-Mijen dengan potensi menjalar menuju kota Semarang.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperkirakan bahwa kedua wilayah ini akan diguyur hujan. Dalam prakiraan cuaca periode 8-14 Maret, BMKG memprediksi Jawa Barat akan diguyur hujan dengan intensitas sedang pada 8-9 Maret. Sementara itu, Jawa Tengah diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas lebat pada periode yang sama.
Menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini, pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya banjir. Memperkuat tanggul-tanggul daerah aliran sungai (DAS) dan memperbesar kapasitas drainase menjadi prioritas utama. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna menjaga keselamatan diri dan keluarga.
Hujan deras yang melanda Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi peringatan akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem. Dengan prediksi cuaca yang masih menunjukkan potensi hujan lebat, kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi dampak dari bencana ini. Diharapkan, dengan penanganan yang tepat, situasi dapat segera pulih dan warga dapat kembali beraktivitas dengan normal.





