Rusia menyatakan kesediaannya untuk mencapai kesepakatan baru dengan Ukraina terkait ekspor biji-bijian di Laut Hitam, namun dengan syarat Amerika Serikat harus melakukan satu tindakan penting. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menegaskan bahwa Kremlin hanya akan menyetujui kesepakatan tersebut jika Amerika Serikat bersedia memerintahkan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, untuk menghormati perjanjian yang ada.
Lavrov menekankan perlunya jaminan yang jelas dari Washington. “Kami butuh jaminan yang jelas. Mengingat pengalaman menyedihkan dari kesepakatan dengan Kyiv, jaminan tersebut hanya bisa berhasil jika disampaikan oleh Washington kepada Zelensky dan timnya,” ujar Lavrov, seperti dilaporkan oleh Reuters. Menurutnya, Amerika Serikat telah menerima sinyal ini dan memahami bahwa hanya Washington yang dapat mencapai hasil positif dalam menghentikan serangan teroris serta penembakan infrastruktur sipil dan energi yang tidak terkait dengan militer.
Rusia dan Ukraina sebelumnya gagal melaksanakan kesepakatan Laut Hitam yang ditandatangani pada Juli 2022. Kesepakatan ini, yang dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bertujuan untuk memastikan keselamatan kapal dagang di Laut Hitam setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Kesepakatan tersebut memungkinkan Ukraina mengekspor hampir 33 juta metrik ton biji-bijian secara aman meskipun dalam kondisi perang.
Pada Juli 2023, Rusia memutuskan untuk menghentikan kesepakatan ini. Alasan yang dikemukakan adalah kesulitan yang dihadapi dalam ekspor makanan dan pupuk Rusia sendiri akibat sanksi Barat yang memengaruhi pembayaran, logistik, dan asuransi. Langkah ini menambah ketegangan di kawasan dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak lebih lanjut terhadap pasar global.
Kesediaan Rusia untuk mencapai kesepakatan baru dengan syarat keterlibatan Amerika Serikat menunjukkan kompleksitas hubungan internasional yang terlibat dalam konflik ini. Peran Amerika Serikat sebagai mediator potensial dapat menjadi kunci dalam menyelesaikan kebuntuan ini. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam memastikan bahwa semua pihak mematuhi perjanjian yang dicapai.
Kesediaan Rusia untuk mencapai kesepakatan baru dengan Ukraina mengenai ekspor biji-bijian di Laut Hitam menyoroti pentingnya diplomasi internasional dalam menyelesaikan konflik. Dengan syarat keterlibatan Amerika Serikat, diharapkan dapat tercapai solusi yang menguntungkan semua pihak dan mengurangi ketegangan di kawasan. Namun, keberhasilan kesepakatan ini sangat bergantung pada komitmen semua pihak untuk menghormati dan melaksanakan perjanjian yang dicapai.





