Sebuah tragedi memilukan terjadi di perlintasan kereta api yang dilengkapi palang pintu di Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Gayam, Kabupaten Sukoharjo, tepat di depan Terminal Sukoharjo. Insiden ini melibatkan kereta api Batara Kresna dan sebuah mobil Daihatsu Sigra dengan nomor polisi B-2883-BYJ. Berdasarkan keterangan seorang saksi mata, Dicky, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Mobil tersebut melaju dari arah timur menuju barat, sementara kereta api Batara Kresna bergerak dari selatan (Wonogiri) menuju utara (Solo).
Dicky, yang berada di rumahnya saat kejadian, mendengar suara tabrakan keras. “Saya di rumah, ada bunyi tabrakan dyerrr saya langsung keluar rumah. Setelah saya keluar rumah itu sirine dan palang KA baru berbunyi dan palangnya baru turun,” ungkap Dicky saat ditemui di lokasi kejadian pada Rabu (26/3), seperti dilaporkan oleh detikJateng. Dari pantauan di lokasi, mobil tersebut terlempar ke arah utara sejauh sekitar 20 meter dan mengalami kerusakan parah setelah dihantam oleh kereta api Batara Kresna.
Garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi kejadian untuk mengamankan area tersebut. Kecelakaan ini menarik perhatian warga sekitar yang berkerumun untuk menyaksikan proses evakuasi. Sebuah mobil Taft disiagakan untuk membantu mengevakuasi mobil Sigra yang terlibat dalam kecelakaan. “Total di mobil ada 7 orang, meninggal 4 orang,” ujar Dicky, memberikan informasi mengenai korban yang berada di dalam mobil tersebut.
Pihak berwenang segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan ini. Fokus utama adalah untuk memastikan apakah ada kelalaian dalam sistem peringatan di perlintasan kereta api tersebut, mengingat sirine dan palang pintu baru berfungsi setelah tabrakan terjadi. Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
Kecelakaan maut di perlintasan kereta api Sukoharjo ini menambah daftar panjang insiden serupa yang sering kali disebabkan oleh kurangnya sistem peringatan yang efektif. Diharapkan, pihak terkait dapat segera mengambil langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api, sehingga kejadian tragis seperti ini tidak terulang kembali. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.





