Di pantai wisata Tambelan, Bintan, Kepulauan Riau, sebuah peristiwa mengejutkan terjadi pada hari kedua Idulfitri 1446 H, Selasa (1/4). Sebuah kapal kayu yang direncanakan untuk piknik lebaran tiba-tiba meledak. Akibatnya, pemilik kapal, Angga Agustian, mengalami luka bakar yang cukup parah.
Menurut Kapolsek Tambelan, Ipda Abdurrahman Syam, ledakan terjadi sekitar pukul 06.15 WIB. Angga Agustian, yang saat itu berada di kapal, segera melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Dengan usaha keras, ia berenang menuju dermaga dan meminta pertolongan dari warga sekitar. Berkat respons cepat warga, Angga berhasil diselamatkan dan segera dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Ipda Abdurrahman Syam menjelaskan bahwa sebelum insiden terjadi, Angga tengah mempersiapkan kapal untuk berangkat piknik bersama keluarganya ke pantai di sekitar pulau-pulau kecil di Tambelan. Namun, saat melakukan pengecekan di dermaga, kapal tersebut tiba-tiba terbakar dan meledak. “Kejadiannya belum berangkat, masih dalam persiapan untuk berangkat,” ungkap Syam.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan kapal kayu tersebut. Kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat tradisi warga Pulau Tambelan yang kerap melakukan piknik ke pantai pada hari kedua lebaran.
Piknik ke pantai bersama keluarga pada hari kedua Idulfitri telah menjadi tradisi bagi warga Pulau Tambelan, Bintan. Tradisi ini biasanya melibatkan perjalanan ke pulau-pulau kecil di sekitar Tambelan, di mana warga dapat menikmati keindahan alam dan kebersamaan dengan keluarga. Namun, insiden ledakan kapal ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kapal sebelum digunakan.
Insiden ledakan kapal kayu di pantai Tambelan ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kapal sebelum digunakan, terutama saat akan melakukan perjalanan wisata. Diharapkan, dengan adanya penyelidikan yang mendalam, penyebab pasti ledakan dapat segera terungkap dan langkah-langkah pencegahan dapat diambil untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang. Keselamatan dan kenyamanan warga harus menjadi prioritas utama, terutama dalam kegiatan yang melibatkan perjalanan laut.





