Gubernur Pramono Anung Instruksikan Perluasan Jalur di Proyek Flyover Latumeten guna Urai Kemacetan Parah

Redaksi RuangInfo

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah memberikan instruksi resmi kepada Dinas Bina Marga untuk segera melakukan perluasan akses jalan di sekitar area pembangunan Flyover Latumeten, Grogol, Jakarta Barat. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi lalu lintas yang kian memprihatinkan akibat proyek strategis tersebut. Pramono menekankan bahwa beberapa jalur yang sebelumnya ditutup untuk keperluan konstruksi harus diperlebar dan difungsikan kembali guna memastikan arus kendaraan tetap mengalir dengan lebih lancar di kawasan padat tersebut.

Instruksi ini muncul setelah adanya gelombang keluhan dari masyarakat yang merasa terganggu oleh penyempitan jalur yang signifikan di Jalan Latumeten. Berdasarkan tinjauan di lapangan, ruas jalan yang semula memiliki tiga lajur aktif kini menyusut drastis hingga hanya menyisakan satu lajur bagi kendaraan yang melintas. Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan yang mengular panjang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari, sehingga efektivitas pembangunan jembatan layang tersebut mulai dipertanyakan oleh warga terdampak.

Pihak legislatif juga menyoroti situasi ini setelah menerima laporan langsung mengenai kemacetan luar biasa yang terjadi sejak proyek dimulai. Penurunan kapasitas jalan di titik krusial menuju arah Grogol tersebut dinilai tidak sebanding dengan volume kendaraan harian yang melintas. Oleh karena itu, percepatan pembukaan jalur tambahan dan penataan ulang area proyek dianggap sebagai solusi darurat yang harus segera dieksekusi oleh pemerintah daerah agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak semakin terhambat.

Gubernur Pramono menegaskan bahwa meskipun Flyover Latumeten dibangun dengan tujuan jangka panjang untuk memutus rantai kemacetan di Jakarta Barat, proses pengerjaannya tidak boleh mengabaikan kenyamanan pengguna jalan saat ini. Dengan adanya perluasan akses sementara dan pengaktifan kembali jalur yang ditutup, diharapkan beban kemacetan di sekitar proyek dapat berkurang dalam waktu dekat. Hasil evaluasi lapangan ini nantinya akan menjadi dasar bagi Dinas Bina Marga dalam mengatur manajemen lalu lintas yang lebih adaptif selama masa konstruksi berlangsung.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *