Warga Keluhkan Galian Proyek Rasuna Said yang Terbuka dan Minim Pengamanan di Jalur Protokol

Redaksi RuangInfo

Sejumlah pejalan kaki dan pengendara yang melintasi Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, menyampaikan keluhan serius terkait proyek revitalisasi trotoar yang dinilai membahayakan keselamatan publik. Keberadaan lubang-lubang galian sedalam 1,5 hingga 2 meter di sepanjang jalur lambat tersebut dibiarkan terbuka tanpa pagar pengaman yang memadai. Kondisi ini dianggap sangat berisiko, terutama pada malam hari atau saat hujan deras, karena minimnya penerangan dan hanya dibatasi oleh tali plastik tipis yang sulit terlihat dari kejauhan, sehingga mengancam nyawa pengguna jalan yang melintas atau menepi.

Kondisi infrastruktur di kawasan tersebut kian memprihatinkan karena tumpukan tanah sisa pengerjaan yang dibiarkan meluber ke sisi jalan, sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan. Pada saat cuaca panas, debu dari material galian sangat mengganggu pernapasan dan penglihatan, sementara saat turun hujan, area tersebut berubah menjadi kubangan lumpur yang licin. Beberapa saksi mata melaporkan adanya pengendara sepeda motor yang hampir terperosok akibat hilangnya keseimbangan di jalanan yang licin serta pandangan yang terbatas, sehingga warga mendesak agar pihak pelaksana segera memasang barikade fisik yang lebih kokoh.

Merespons keresahan tersebut, Dinas Bina Marga Jakarta menjelaskan bahwa pengerjaan di area tersebut saat ini difokuskan pada pembenahan sistem utilitas bawah tanah sebagai bagian dari penataan trotoar. Pihak dinas mengakui adanya kekurangan dalam aspek keamanan di lapangan dan telah melayangkan instruksi kepada kontraktor untuk segera memperbaiki standar keselamatan kerja. Penekanan diberikan pada pemasangan pagar pengaman seng yang lebih kuat serta penempatan lampu penanda atau rotary lamp di setiap titik galian agar keberadaannya dapat dideteksi oleh warga dari jarak yang aman.

Dinas Bina Marga juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan mobilitas yang dialami warga di salah satu jantung bisnis Jakarta tersebut. Pemerintah menjanjikan akan melakukan percepatan pada fase penutupan galian agar infrastruktur jalan dapat kembali berfungsi secara normal dalam waktu dekat. Komitmen ini diambil guna memastikan bahwa proyek penataan kota tidak mengorbankan aspek keselamatan publik dan tetap menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur protokol Rasuna Said yang memiliki volume kendaraan sangat tinggi setiap harinya.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *