Testimoni Pemudik Asal Tangerang: Program Mudik Motor Gratis (Motis) Jadi Solusi Aman dan Nyaman Pulang Kampung

Redaksi RuangInfo

Program Mudik Motor Gratis (Motis) 2026 yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) kembali menuai respons positif dari para perantau di Tangerang yang bersiap menyambut Lebaran. Salah satu peserta setia, Setiawan (42), mengaku telah mengandalkan fasilitas pengiriman motor via kereta api ini selama tiga tahun berturut-turut demi kenyamanan keluarga. Baginya, menyerahkan kendaraan roda dua untuk diangkut dengan jalur rel sementara ia dan istrinya menggunakan transportasi umum lainnya adalah pilihan logis yang sangat meringankan beban perjalanan. Pengalaman “terima beres” ini membuat banyak warga ketagihan karena motor dapat langsung diambil di stasiun tujuan tanpa perlu bersusah payah berkendara jarak jauh.

Setiawan menceritakan kontras yang signifikan antara mudik mandiri dengan mengikuti program Motis, terutama terkait kondisi fisik dan keselamatan. Dahulu, perjalanan dari Tangerang menuju Purworejo yang memakan waktu belasan jam menggunakan sepeda motor sering kali membuatnya kelelahan hebat hingga membutuhkan waktu pemulihan selama dua hari setibanya di kampung halaman. Risiko kecelakaan di jalan raya yang tinggi kini dapat dihindari sepenuhnya, sehingga energi yang dimiliki bisa langsung digunakan untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara. Transformasi pola mudik ini dianggap sebagai solusi cerdas bagi para pemotor yang ingin tetap memiliki kendaraan di kampung tanpa harus menempuh risiko di jalur darat yang padat.

Kemudahan akses pendaftaran melalui sistem daring menjadi daya tarik tambahan yang membuat kuota program ini selalu ludes dalam waktu singkat. Peserta hanya perlu melakukan verifikasi dokumen standar seperti KTP, SIM, dan STNK asli di stasiun keberangkatan setelah mendaftar melalui aplikasi resmi. Selain prosedur yang ringkas, kualitas pelayanan petugas dalam mengemas kendaraan juga mendapatkan apresiasi karena motor dibungkus dengan rapi guna mencegah kerusakan atau lecet selama proses pengiriman. Hal ini memberikan rasa aman bagi pemilik kendaraan bahwa aset mereka ditangani secara profesional oleh pihak penyelenggara hingga sampai di titik tujuan.

Pihak DJKA menegaskan bahwa misi utama dari keberlanjutan program Motis adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pemudik sepeda motor di jalan raya setiap tahunnya. Dengan memindahkan beban transportasi motor ke jalur kereta api, kepadatan di jalan nasional dapat berkurang secara signifikan sekaligus menjamin keselamatan jiwa para pemudik. Mengingat tingginya minat masyarakat pada periode mudik 2026 ini, otoritas terkait mengimbau warga untuk segera merampungkan proses pendaftaran sejak dini sebelum kuota untuk rute-rute favorit di Pulau Jawa habis terisi.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *